Kekecewaan mendalam menyelimuti El Diablo setelah masalah mesin Yamaha Fabio Quartararo memaksanya gagal finis pada sesi Sprint Race MotoGP Aragon 2026 di Sirkuit MotorLand Aragon.
Juara dunia MotoGP 2021 tersebut mengungkapkan bahwa mesin motor Yamaha YZR-M1 tunggangannya sudah menunjukkan kendala serius sejak lampu start padam sebelum akhirnya meledak dan mengeluarkan kepulan asap tebal di putaran kelima.
Akhir pekan di Aragon memang berjalan sangat berat bagi pembalap asal Prancis tersebut. Setelah terpuruk di posisi ke-17 pada sesi kualifikasi, Quartararo harus mengakhiri balapan 11 lap lebih awal ketika bendera hitam berlambang lingkaran oranye (meatball flag) dikibarkan untuk motornya akibat kerusakan mekanis parah di lintasan lurus belakang.
BACA JUGA: Susunan Lengkap Starting Grid MotoGP Aragon 2026: Bezzecchi Terdepan, Zarco Kena Sanksi Penalti
Quartararo mengaku kehilangan tenaga mesin secara bertahap dan sudah merasakan kejanggalan sejak detik pertama balapan:
“Saya rasa mudah untuk melihat apa yang sebenarnya terjadi. Namun sejak awal start, mesin motor sudah bermasalah, saya bahkan hampir mogok saat meluncur. Setelah itu, saya kehilangan tenaga langkah demi langkah.
Situasi serupa pernah menimpa saya di Thailand. Saya tahu ada yang tidak beres sampai akhirnya kita semua melihat apa yang terjadi di lap tersebut. Jadi, tidak banyak yang bisa saya katakan.”
Krisis Alokasi Mesin dan Harapan Unit Jarak Tempuh Tinggi
Insiden meledaknya mesin ini menjadi pukulan telak bagi alokasi mesin pabrikan Yamaha musim 2026. Quartararo sebelumnya telah kehilangan satu unit mesin di awal musim, menyisakan opsi terbatas menjelang fase akhir kejuaraan. Kendati demikian, pembalap bernomor #20 itu belum mengetahui secara pasti status mesin yang rusak tersebut:
“Sejujurnya saya tidak tahu persis berapa sisa mesin baru yang kami miliki, tetapi saya rasa jumlahnya sudah sangat menipis. Saya tidak tahu apakah unit yang jebol itu mesin baru atau lama.
BACA JUGA: Hasil Sprint Race MotoGP Aragon 2026: Marc Marquez Raih Kemenangan Mutlak, Duo Marquez Rajai Podium
Sepanjang akhir pekan ini motor tersebut memang terasa sangat lambat. Kami harus menguji banyak komponen baru, jadi saya terus berpindah dari satu motor ke motor lainnya. Saya hanya berharap mesin yang meledak tadi adalah unit dengan jarak tempuh tinggi (high-mileage).”
Frustrasi Jadi ‘Test Rider’ dan Sasis Baru yang Lebih Buruk
Selain masalah keandalan mesin, Quartararo meluapkan rasa frustrasinya karena merasa diperlakukan lebih sebagai pembalap penguji (test rider) ketimbang pembalap yang fokus mengejar hasil balapan di Aragon. Ia diminta menguji berbagai perangkat baru, termasuk sasis dan linkage suspensi baru yang menurutnya justru memperburuk pengendalian motor:
“Ya, sasis baru itu lebih buruk. Kemarin saya sudah bilang sasis itu tidak bagus. Tim ingin membandingkannya lagi pagi ini, dan hasilnya tetap lebih buruk.
Saya merasa lebih seperti test rider akhir pekan ini karena harus menguji sasis tiga kali berbeda. Komponen itu tidak bekerja, begitu pula link baru yang tidak membawa peningkatan.”
Quartararo menegaskan bahwa pergantian sasis yang terus-menerus merusak feeling balapnya di atas motor standar, membuatnya merasa bingung di lintasan saat rival-rivalnya fokus menyempurnakan setelan kecepatan untuk balapan utama hari Minggu.





