F1  

Komitmen Masa Depan Verstappen di Red Bull: Tolak Pindah Tim dan Kunci Kontrak Jangka Panjang

Komitmen Masa Depan Verstappen di Red Bull Tolak Pindah Tim dan Kunci Kontrak Jangka Panjang
Max Verstappen - Dokumentasi IG: @maxverstappen1

Juara dunia Formula 1 empat kali, Max Verstappen, secara terbuka mengakui bahwa dirinya sempat berada di ambang keputusan untuk pensiun dini dari F1 ketimbang harus berganti tim, sebelum akhirnya menyepakati perpanjangan kontrak jangka panjang bersama Oracle Red Bull Racing.

Pengumuman perpanjangan kontrak tersebut disampaikan secara resmi oleh Red Bull pada Kamis (20/8/2026) pagi WIB. Kontrak baru terjadi menjelang putaran balapan kandang Verstappen di Grand Prix Belanda, Sirkuit Zandvoort. Melalui kesepakatan baru ini, pembalap berusia 28 tahun tersebut resmi mengikat komitmen untuk bertahan di kubu Milton Keynes hingga pengujung musim F1 2030.

BACA JUGA: Panggung Penebusan Liam Lawson di Red Bull Racing: Kembali Kemudikan RB22 di F1 GP Belanda

Kesepakatan ini sekaligus mengakhiri berbagai spekulasi transfer liar. Kontrak Verstappen sebelumnya dijadwalkan berakhir pada 2028. Dan manajemennya sempat dikabarkan menjalin komunikasi dengan McLaren serta dikaitkan dengan Mercedes untuk potensi kepindahan pada musim 2027.

Pengakuan Jujur Soal Pensiun Dini dan Loyalitas Tim

Ketika ditanya mengenai seberapa dekat dirinya bergabung dengan tim rival, Verstappen memberikan jawaban yang mengejutkan dalam sesi konferensi pers khusus bersama Prinsipal Tim Red Bull, Laurent Mekies.

“Saya rasa saya lebih dekat untuk pensiun daripada berganti tim! Tapi tidak, semuanya kini sudah beres,” ungkap Max Verstappen. “Saya harus mengakui, setelah beberapa balapan pembuka, saya sempat berkata kepada Laurent, ‘jangan temui saya dengan pertanyaan apa pun tentang masa depan! Karena saya bahkan tidak tahu apakah saya masih ingin bertahan’.”

BACA JUGA: Kunci Lineup Williams F1 2027: Gandeng Carlos Sainz dan Alex Albon untuk Proyek Jangka Panjang

Meski Red Bull menghadapi awal musim 2026 yang menantang dan kehilangan sejumlah figur kunci, termasuk race engineer kepercayaannya, Gianpiero Lambiase, yang akan hengkang ke McLaren pada 2028, Verstappen menegaskan bahwa Red Bull tetaplah rumah utamanya.

“Tentu saja ada beberapa nama yang telah pergi, tetapi pada saat yang sama, tim ini tetap keluarga saya. Saya tidak pernah merasakan keinginan atau kebutuhan untuk sekadar pindah ke tim lain demi mencoba menang di tempat baru,” tegasnya.

Diskusi Regulasi dan Potensi Kembalinya Mesin V8

Verstappen selama ini adalah salah satu figur yang paling vokal mengkritik regulasi mesin baru F1 pada musim 2026 ini. Namun, keputusannya untuk bertahan jangka panjang didorong oleh diskusi intensif bersama pihak Formula 1 dan FIA. Terutama mengenai arah masa depan olahraga ini, termasuk peluang kembalinya mesin naturally aspirated V8 di masa mendatang.

BACA JUGA: Daftar Juara F1 Sprint Race: Dominasi Verstappen dan Masuknya Nama Kimi Antonelli

“Saya telah menerima situasi yang sedang kami hadapi saat ini. Secara pribadi, saya tentu belum sepenuhnya puas dengan regulasi baru,” tambah Verstappen. “Namun dengan diskusi bersama F1 dan FIA mengenai perbaikan untuk tahun-tahun mendatang, serta membuka pintu bagi potensi kembalinya mesin V8, saya bersedia menerimanya. Saya masih sangat mencintai dunia balap.”