Motor Yamaha M1 masih menjadi fokus utama adaptasi Toprak Razgatlioglu di MotoGP 2026. Juara dunia WorldSBK tiga kali itu mengungkapkan bahwa peningkatan performa engine braking menjadi kunci agar dirinya bisa mengeluarkan kemampuan terbaik saat menunggangi motor Yamaha di kelas premier.
Meski sempat menjadi pembalap Yamaha terbaik di MotoGP Italia 2026 sebelum terkena penalti satu posisi, Toprak menegaskan bahwa hasil finis bukanlah hal yang paling penting saat ini. Pembalap tim Prima Pramac Yamaha tersebut lebih fokus mencari cara untuk memaksimalkan potensinya di MotoGP.
BACA JUGA: Daftar Juara Dunia MotoGP Sepanjang Masa
Motor Yamaha M1 Masih Kurang Engine Braking
Menurut Toprak Razgatlioglu, karakteristik engine braking pada Motor Yamaha M1 masih belum sesuai dengan gaya balap yang selama ini ia gunakan di WorldSBK.
“Saya pikir kuncinya adalah engine brake. Crew chief dan tim saya memahami hal itu,” ujar Toprak.
Ia menjelaskan bahwa sedikit peningkatan pada sistem engine braking akan memberikan perubahan besar terhadap performanya di lintasan.
“Jika saya memiliki sedikit engine brake tambahan, saya bisa mengendarai motor jauh lebih baik. Jika saya tidak merasakan engine brake, saya tidak bisa memanfaatkan ban depan secara maksimal,” lanjutnya.
Toprak mengaku sangat bergantung pada engine braking ketika mengendarai motor Superbike. Karena itu, proses adaptasi ke MotoGP menjadi lebih sulit ketika karakter tersebut tidak ia temukan di Yamaha M1.
Perubahan Setelan Beri Kemajuan Signifikan
Toprak juga mengungkapkan bahwa tim menemukan solusi positif pada sesi pagi di Mugello. Perubahan setelan membuat motor terasa jauh lebih nyaman saat memasuki tikungan.
BACA JUGA: Hasil Race MotoGP Italia 2026: Marco Bezzecchi Menang di Mugello, Aprilia Dominasi Kandang Ducati
“Saya merasa mengendarai motor yang benar-benar berbeda. Motornya terasa lebih baik dan mampu berhenti dengan lebih baik. Saya bisa membawa kecepatan lebih tinggi saat menikung,” katanya.
Perbaikan tersebut membuat Toprak semakin yakin bahwa arah pengembangan yang dilakukan tim sudah tepat. Namun, ia mengaku masalah yang sama kembali muncul saat balapan utama berlangsung.
Kesulitan Menyalip KTM di Mugello
Selain persoalan engine braking, Toprak juga menghadapi kendala saat mencoba menyalip para pembalap KTM. Menurutnya, kecepatan motor KTM di lintasan lurus sangat sulit ditandingi.
“Di tikungan saya bisa mendekati mereka dengan mudah. Tetapi saat keluar tikungan mereka langsung menciptakan jarak. Sangat sulit melakukan serangan,” jelasnya.
Situasi tersebut membuat Toprak kesulitan memaksimalkan kecepatan yang ia miliki sepanjang balapan.
Meski finis di luar zona poin setelah terkena penalti, Toprak melihat banyak perkembangan positif selama akhir pekan MotoGP Italia 2026.
Ia bahkan merasa memiliki kecepatan yang cukup untuk bertarung dengan Fabio Quartararo dan Franco Morbidelli apabila tidak kehilangan waktu saat bertarung di tengah balapan.
Toprak menegaskan fokusnya saat ini bukan posisi finis, melainkan memahami karakter Motor Yamaha M1 dan terus meningkatkan performanya. Jika masalah engine braking dapat terselesaikan, peluangnya untuk tampil lebih kompetitif pada seri-seri berikutnya akan semakin besar.





