F1  

Terancam Lewatkan Triple-Header, Bos Red Bull Beberkan Kondisi Cedera Isack Hadjar Terkini dan Puji Liam Lawson

Terancam Lewatkan Triple-Header, Bos Red Bull Beberkan Kondisi Cedera Isack Hadjar Terkini dan Puji Liam Lawson
Isack Hadjar - Dokumentasi IG: @isackhadjar

Manajemen Oracle Red Bull Racing merilis perkembangan medis terkini seputar kondisi cedera Isack Hadjar di tim Red Bull F1 2026 menjelang rangkaian padat tiga balapan beruntun (triple-header) yang diawali di F1 GP Azerbaijan pekan depan.

Pembalap berusia 21 tahun asal Prancis tersebut telah melewatkan tiga seri terakhir akibat cedera pergelangan tangan yang didapatnya saat berlatih di masa jeda musim panas.

Ketiadaan Hadjar membuat Red Bull meminjam Liam Lawson dari tim saudaranya, Racing Bulls (VCARB), untuk bertandem dengan Max Verstappen di Zandvoort (Belanda), Monza (Italia), dan Madrid (Spanyol). Sementara itu, kursi kosong Lawson di Racing Bulls diisi oleh pembalap cadangan Red Bull, Yuki Tsunoda.

BACA JUGA: Pasang Mesin Anyar di Azerbaijan, Ini Alasan Strategis Penalti Grid Charles Leclerc di F1 Baku 2026 Diambil Ferrari

Kepastian apakah Hadjar akan turun di Sirkuit Jalan Raya Baku atau kembali absen kini bergantung pada tes simulator intensif yang dijadwalkan berlangsung pekan ini guna menguji kekuatan pergelangan tangannya di bawah tekanan balap nyata.

Uji Simulator Jadi Penentu: Red Bull Tolak Ambil Risiko

Prinsipal Tim Red Bull Racing, Laurent Mekies, menegaskan proses pemulihan Hadjar sejauh ini berjalan sesuai dengan proyeksi medis standar. Tim menegaskan tidak akan memaksakan sang pembalap muda turun ke lintasan jika kondisi fisiknya belum mendekati level sempurna:

“Tidak ada yang salah dengan pemulihan Isack. Ini adalah durasi pemulihan normal untuk jenis cedera yang dialaminya. Kami akan terus menggunakan pendekatan yang sama dan mengevaluasi situasi ini dalam sepekan ke depan.

Kami punya waktu untuk melihat bagaimana perasaannya, kemudian menempatkannya di dalam simulator untuk mengujinya terhadap beban fisik dunia nyata. Jika dia merasa mendekati 100 persen, kami akan melanjutkannya.

Namun jika pemulihannya dirasa belum tuntas, kami akan tetap memprioritaskan kesembuhannya. Kami tidak ingin kepulangan yang terburu-buru justru mengorbankan kapasitas jangka panjangnya untuk pulih total.”

BACA JUGA: Drama Virtual Safety Car di Madring, Inilah Hasil Race F1 GP Spanyol Madrid 2026: Kimi Antonelli Juara

Pujian untuk Liam Lawson Usai Finis Gemilang di Madrid

Di sisi lain, tensi di kubu Red Bull terbilang tenang berkat performa impresif Liam Lawson sebagai pembalap pengganti. Lawson memperlihatkan kedewasaan luar biasa sejak kembali ke tim utama, membungkam masa lalu kelamnya saat sempat terdepak dari kursi Red Bull hanya setelah melakoni dua seri pada awal musim 2025.

Pembalap asal Selandia Baru itu langsung mencetak poin saat debut dadakan di Zandvoort, sebelum harus finis ke-14 di Monza akibat penalti pergantian mesin serta kontak insiden dengan Nico Hulkenberg.

Puncaknya terjadi di GP Spanyol akhir pekan lalu, di mana Lawson menembus kualifikasi di posisi kedelapan dan menyudahi balapan utama di urutan keenam (+86,7 detik), mempersembahkan poin konstruktor krusial bagi Red Bull.

Mekies memberikan apresiasi tinggi atas ketenangan serta fokus Lawson di balik kemudi mobil RB22:

“Liam melakukan pekerjaan yang sangat luar biasa. Kita semua tahu betapa sulitnya melompat ke tim dan mobil yang berbeda, dan dia telah melakukannya melampaui ekspektasi terbaik kami.

BACA JUGA: Plot Twist di Madring, Hamilton Turunkan Spek Mesin, Tak Ada Lagi Defisit Tenaga Mesin Ferrari di Madrid 2026

Poin dari P6 di Madrid sangat penting, sama seperti yang dilakukannya di Zandvoort. Gambaran performanya saat ini sangat berbeda jauh dibanding awal 2025 lalu.

Dia terus berkembang, sangat tenang, dan menjaga segala sesuatunya tetap sederhana saat berkomunikasi dengan tim. Dia fokus pada hal-hal mendasar dan itu terbukti bekerja dengan sangat baik.”

Skenario Red Bull Menghadapi Triple-Header Baku, Singapura, dan Austin

Keputusan akhir mengenai kebugaran pergelangan tangan Hadjar memegang peranan krusial bagi stabilitas taktik Red Bull Racing di kejuaraan konstruktor F1 2026.

Menghadapi format jadwal brutal berupa tiga pekan balap tanpa jeda yang melintasi benua, dimulai dari sirkuit jalan raya sempit Baku, dilanjutkan cuaca lembap ekstrem Marina Bay di GP Singapura, hingga trek bergelombang di GP Amerika Serikat, tuntutan fisik terhadap pergelangan tangan pengemudi berada di tingkat tertinggi.

Jika hasil evaluasi simulator menunjukkan Hadjar masih merasakan nyeri atau keterbatasan rotasi kemudi, Red Bull dipastikan memilih opsi teraman dengan memperpanjang masa tugas Liam Lawson.

Konsistensi Lawson mendulang poin di Madrid memberi ruang bernapas lega bagi manajemen tim, sekaligus memastikan Yuki Tsunoda tetap mendapatkan jam terbang balap bersama Racing Bulls tanpa mengorbankan peluang Red Bull menekan McLaren dan Mercedes di papan atas klasemen tim.