Kabar kontras menyelimuti garasi Scuderia Ferrari HP menjelang putaran Grand Prix Azerbaijan 2026 di Sirkuit Jalan Raya Baku. Di satu sisi, hasil investigasi menyeluruh menyatakan unit daya (power unit) Charles Leclerc yang terdampak kecelakaan horor di Monza dinyatakan selamat dan bebas dari kerusakan fatal. Namun di sisi lain, kepastian terkait penalti grid Charles Leclerc di F1 Baku 2026 tetap tak terhindarkan menyusul rencana tim membuka segel mesin baru tambahan.
Kekhawatiran terhadap mesin Leclerc bermula dari insiden spin berkecepatan tinggi di tikungan Parabolica pada putaran kedua GP Italia lalu. Akibat benturan keras tersebut, mesin spesifikasi anyar ADUO 2 milik sang pembalap Monako sempat ditarik dari alokasi F1 Grand Prix Spanyol di Madrid akhir pekan lalu, memaksanya memakai spek lama sebelum akhirnya finis di posisi keempat.
Laporan dari Motorsport edisi Italia mengonfirmasi bahwa mesin Monza tersebut kini telah dinyatakan layak pakai dan dapat dimasukkan kembali ke dalam pool mesin Leclerc hingga pengujung musim.
Kendati demikian, Ferrari kemungkinan besar hanya akan memakai mesin tersebut untuk sesi latihan bebas (FP) di Baku guna menghindari risiko kerusakan saat balapan utama.
Trek Lurus Baku Jadi Lokasi Ideal Eksekusi Penalti
Dengan slot alokasi yang menipis, Ferrari memutuskan membuka unit mesin segar (fresh power unit) khusus untuk sesi kualifikasi dan balapan di Baku. Konsekuensinya, Leclerc dipastikan terkena penalti penurunan posisi start (grid drop) yang akan memaksanya mengawali perlombaan dari barisan paling belakang.
Prinsipal Tim Ferrari, Fred Vasseur, sejak seri Madrid telah memberi sinyal kuat bahwa Baku merupakan panggung paling masuk akal untuk mengeksekusi penalti teknis tersebut:
“Kami akan melihat kapan waktu yang tepat untuk mengambil penalti mesin bagi Charles, tetapi menurut saya sirkuit Baku seharusnya bisa berjalan cukup baik untuk rencana itu.”
Kendati berstatus sirkuit jalan raya, lintasan lurus utama Sirkuit Baku yang membentang lebih dari dua kilometer menawarkan ruang salip (slipstream) dan titik DRS yang sangat masif.
Karakter ini menjadikannya lokasi terbaik bagi Leclerc untuk melancarkan aksi comeback dan merangsek menembus zona poin, serupa dengan aksi spektakuler pimpinan klasemen Andrea Kimi Antonelli (Mercedes) yang sukses memenangi GP Italia di Monza meski start dari grid ke-19 akibat penalti mesin.
Rekan setim Antonelli, George Russell, juga diprediksi akan mengambil penalti mesin baru dalam beberapa putaran ke depan.
Tekanan Paket ADUO 2 dan Pace Kualifikasi Ferrari
Langkah mengambil mesin baru di Baku juga menjadi pembuktian lanjutan bagi paket pengembangan ADUO 2 Ferrari. Saat pertama kali diperkenalkan di Monza, peningkatan tersebut belum memberi lonjakan performa yang signifikan, di mana Leclerc dan Hamilton hanya mengamankan baris kedua dan ketiga kualifikasi di belakang dominasi mobil bermesin Mercedes.
Meski demikian, efisiensi paket tersebut mulai terlihat membaik di Madrid. Leclerc hanya terpaut 0,006 detik dari Hamilton di babak Q3 dan berselisih kurang dari satu persepuluh detik dari Max Verstappen. Memaksimalkan tenaga penuh dari unit daya baru di trek cepat Baku menjadi harga mati bagi Ferrari untuk memutus puasa baris terdepan kualifikasi yang terakhir kali mereka rasakan di GP Hungaria.
Dinamika Taktik Ferrari dan Peluang Salip-Menyalip Leclerc di Baku
Strategi Ferrari mengorbankan posisi start Leclerc di Azerbaijan merupakan kalkulasi matang guna mengamankan daya tahan mesin hingga seri penutup 2026.
Dengan menggeser mesin eks-Monza sebagai komponen khusus sesi latihan bebas hari Jumat, Ferrari dapat menekan jarak tempuh (mileage) mesin baru agar performa puncaknya tetap terjaga saat menghadapi tuntutan akselerasi ekstrem di sirkuit cepat seperti Austin, Las Vegas, dan Abu Dhabi.
Tantangan terbesar Leclerc di Sirkuit Jalan Raya Baku kini beralih pada pengaturan tingkat downforce sayap belakang SF-26. Memulai balapan dari barisan belakang menuntut mobil memiliki kecepatan puncak (top speed) superior di sektor lurus.
Dan tanpa mengorbankan stabilitas saat melibas sektor sempit di area Kota Tua (Tikungan 8 hingga 12), kunci penting agar sang pembalap Monako dapat melakukan manuver salip bersih demi merebut poin maksimal bagi konstruktor Maranello.





