Pembalap Luca Marini menegaskan bahwa Honda punya potensi kecepatan untuk masuk 6 besar meskipun hasil yang diraih tim sejauh ini belum mencerminkan performa sebenarnya di musim MotoGP 2026.
Pabrikan asal Jepang, Honda, memang menghadapi awal musim yang cukup berat. Setelah keluar dari zona konsesi terbawah pada akhir musim lalu, performa mereka di empat seri awal justru belum sesuai ekspektasi.
Honda Punya Potensi Kecepatan untuk Masuk 6 Besar, Tapi Kualifikasi Jadi Kendala
Meski hasil belum maksimal, Marini tetap optimistis dengan kemampuan motor RC213V versi terbaru.
Ia yakin motor tersebut sebenarnya mampu bersaing di posisi enam besar jika semua faktor berjalan sempurna.
Namun, satu masalah utama yang masih menghantui Honda adalah performa saat kualifikasi.
BACA JUGA: Pramac Menemukan Setup Baru untuk Toprak Razgatlioglu, Siap Tampil Lebih Agresif di MotoGP Amerika
Posisi start yang kurang menguntungkan membuat para pembalap kesulitan bersaing di barisan depan saat balapan.
Pada dua seri awal, Marini hanya mampu start dari posisi ke-14 di Thailand dan ke-19 di Brazil. Kondisi ini membuat peluang untuk finis di posisi atas menjadi jauh lebih sulit.
“Kami terus berkembang, tapi hasil justru sedikit lebih buruk dibanding musim lalu,” ujar Marini.
Perbandingan dengan Rival Semakin Terlihat
Jika dibandingkan dengan rival utama, performa Honda memang masih tertinggal. Tim-tim seperti Ducati, Aprilia, dan KTM sudah mencatatkan kemenangan di awal musim.
Bahkan Fabio Quartararo bersama Yamaha mampu meraih hasil terbaik di posisi keenam dalam sprint race di Brazil.
Sementara itu, hasil terbaik Honda sejauh ini hanya posisi ketujuh yang diraih Joan Mir di Buriram Sprint.
Hal ini menunjukkan bahwa meskipun ada peningkatan performa, Honda masih harus bekerja keras untuk kembali bersaing di papan atas.
COTA Jadi Harapan Kebangkitan Honda
Seri berikutnya di Circuit of the Americas (COTA) menjadi peluang penting bagi Honda untuk membuktikan potensi mereka.
Marini mengaku menyukai karakter sirkuit tersebut, yang menurutnya memberi ruang lebih besar bagi pembalap untuk membuat perbedaan.
BACA JUGA: VR46 Racing Luncurkan Livery Khusus MotoGP Amerika di Puncak Gedung New York
“Sirkuit ini memberi kesempatan bagi pembalap untuk menunjukkan kemampuan. Saya berharap kami bisa melihat perkembangan motor di sana,” jelasnya.
Ia juga berharap tim mampu menggabungkan semua aspek, mulai dari kecepatan, strategi, hingga kualifikasi, agar hasil maksimal bisa tercapai.
Fokus Perbaikan dan Konsistensi Tim
Marini saat ini berada di posisi ke-12 klasemen sementara, hanya terpaut satu poin dari pembalap Honda terbaik lainnya, Johann Zarco.
Di sisi lain, Joan Mir yang sempat menunjukkan performa menjanjikan musim lalu justru mengalami akhir pekan yang buruk di Brazil dengan dua kali gagal finis.
Namun Mir tetap optimistis bahwa kecepatan motor Honda sudah cukup kompetitif.
“Kami sudah menunjukkan kecepatan kami, sekarang tinggal bagaimana memaksimalkan hasil di lintasan,” ungkap Mir.
Honda Bisa Bersaing di Papan Atas
Meski hasil awal musim 2026 belum memuaskan, Honda sebenarnya memiliki fondasi yang cukup kuat untuk bersaing di papan atas.
BACA JUGA: Pedro Acosta Ungkap Titik Lemah Utama Motor KTM Jelang MotoGP Amerika
Potensi kecepatan motor sudah ada, namun masih perlu dukungan dengan performa kualifikasi yang lebih baik dan konsistensi sepanjang balapan.
Jika Honda mampu mengatasi kelemahan tersebut, bukan tidak mungkin mereka akan segera kembali bersaing di posisi enam besar seperti yang Marini yakini.





