MotoGP  

Catatan Dibalik Tes MotoGP Usai: Ducati dan Aprilia Kirim Ancaman Serius Jelang Musim 2026

Catatan Dibalik Tes MotoGP Usai Ducati dan Aprilia Kirim Ancaman Serius Jelang Musim 2026
Tes pramusim MotoGP di Buriram Thailand, 21-22 Februari 2026 - Dokumentasi : (c) Michelin

Kesan dan catatan dibalik tes MotoGP pramusim usai di Buriram mengungkap peta persaingan yang kian jelas menjelang seri pembuka MotoGP 2026 di Thailand.

Ducati dan Aprilia muncul sebagai dua kekuatan utama yang siap bertarung memperebutkan supremasi, sementara pabrikan lain masih berusaha mengejar ketertinggalan.

Tes pramusim terakhir yang berlangsung di Sirkuit Buriram pada 21-22 Februari lalu menjadi tolok ukur penting bagi seluruh tim.

Aprilia tampil sangat meyakinkan dengan kecepatan satu lap dan konsistensi simulasi balapan, sementara Ducati tetap menunjukkan kelasnya sebagai pabrikan paling dominan dalam beberapa musim terakhir.

BACA JUGA: Profil Pedro Acosta: Bocah Ajaib Spanyol yang Siap Mengguncang MotoGP Bersama KTM

Catatan Dibalik Tes MotoGP Usai: Aprilia Tampil Stabil, Ducati Masih Unggul Tipis

Aprilia seolah melanjutkan performa impresif yang mereka tunjukkan di akhir musim lalu.

Marco Bezzecchi menjadi bintang setelah mencatatkan waktu tercepat di Buriram, bahkan memecahkan rekor lap.

Konsistensi juga menjadi milik Ai Ogura dan Raul Fernandez, yang tampil solid dalam simulasi balapan panjang.

Sementara itu, Ducati tetap memulai musim sebagai favorit utama. Paket Desmosedici terbaru lebih konsisten, terutama dalam fase pengereman.

Francesco Bagnaia menunjukkan kepercayaan diri tinggi sepanjang tes, menandakan Ducati masih memiliki keunggulan teknis yang belum sepenuhnya terlihat di atas kertas.

Meski demikian, keunggulan Ducati kini dinilai jauh lebih tipis dibanding beberapa musim sebelumnya.

Stabilitas regulasi dan memasuki tahun terakhir era mesin 1000cc membuat jarak antar pabrikan semakin menyempit.

BACA JUGA: Profil Fabio Quartararo: Dari Wonderkid Prancis Hingga Juara Dunia MotoGP

Ducati dan Aprilia Terpisah Jauh dari Rival

Komentar menarik datang dari Pedro Acosta, yang menyebut kecepatan Ducati dan Aprilia di Buriram terasa “menakutkan”.

Data tes menguatkan pernyataan tersebut, karena mayoritas rider dengan pace balapan terbaik berasal dari dua pabrikan itu.

Di sisi lain, KTM dan Honda terlihat terlibat dalam pertarungan ketat untuk posisi ketiga.

KTM membawa banyak pembaruan sasis dan aerodinamika, dengan Acosta kembali menjadi pembeda utama.

Honda menunjukkan peningkatan signifikan dari musim lalu, meski masalah grip masih menjadi pekerjaan rumah besar.

Yamaha Masih Tertinggal Jauh

Berbeda dengan Ducati dan Aprilia, Yamaha justru menghadapi situasi sulit. Motor V4 terbaru mereka masih kekurangan kecepatan puncak, grip, serta kemampuan menikung.

Fabio Quartararo secara terbuka menyebut motor Yamaha masih membutuhkan waktu berbulan-bulan sebelum benar-benar kompetitif.

Meski ada sedikit optimisme dari sisi pengendalian, secara keseluruhan Yamaha nampaknya masih tertinggal cukup jauh dari rival-rivalnya dan kemungkinan akan menjalani musim penuh pengembangan.

BACA JUGA: Yamaha V4 Dinilai Belum Siap, Fabio Quartararo Pesimis Sambut MotoGP 2026

Tanda Tanya Besar Ducati: Data yang Belum Lengkap

Salah satu poin penting usai tes MotoGP di Thailan itu adalah kurangnya data penuh dari Ducati.

Beberapa insiden, termasuk kecelakaan dan masalah teknis, membuat simulasi balapan tidak berjalan sempurna, terutama bagi Marc Marquez.

Meski demikian, Marquez tetap menunjukkan sinyal positif dan kepercayaan diri tinggi.

Pengalaman menunjukkan bahwa potensi sebenarnya Ducati sering kali baru terlihat saat balapan resmi telah mulai.

Persaingan di Musim 2026 Sangat Ketat

Secara keseluruhan agenda pramusim yakni tes MotoGP Buriram memberikan gambaran jelas bahwa MotoGP 2026 akan berlangsung jauh lebih ketat.

Ducati masih sedikit di depan, Aprilia semakin dekat dan siap mencuri kemenangan, sementara KTM dan Honda berusaha mengganggu dominasi dua raksasa tersebut. Yamaha, di sisi lain, tampaknya harus bersabar lebih lama.

Dengan semua data dan kesan yang muncul, seri pembuka di Thailand akan menjadi momen krusial untuk membuktikan apakah hasil tes benar-benar mencerminkan kekuatan sebenarnya di lintasan balap.