Marc Marquez harus menerima kenyataan pahit setelah bendera kuning batalkan peluang dirinya untuk lolos langsung ke kualifikasi 2 (Q2) pada MotoGP Prancis 2026 di Le Mans.
Juara dunia bertahan tersebut hanya mampu finis di posisi ke-13 pada sesi practice Jumat dan dipastikan harus memulai perjuangan dari Qualifying 1 (Q1). Situasi itu terjadi setelah yellow flag muncul akibat kecelakaan rekan setimnya, Francesco Bagnaia, pada lap terakhir sesi.
Bendera Kuning Batalkan Peluang Marc Marquez di Lap Penentuan
Marquez sebenarnya masih memiliki kesempatan memperbaiki catatan waktunya pada percobaan terakhir. Namun, insiden crash yang dialami Francesco Bagnaia memunculkan bendera kuning di lintasan Le Mans.
Akibatnya, banyak pembalap yang sedang menjalani time attack terpaksa membatalkan upaya mereka, termasuk Marquez.
BACA JUGA: Marc Marquez Pilih Paket Aerodinamika Baru Berbeda dari Rider Ducati Lain di Le Mans
Padahal, rider Ducati Lenovo tersebut mulai menunjukkan peningkatan performa sepanjang hari. Setelah finis kesembilan pada FP1, Marquez mencoba tampil lebih agresif pada practice sore menggunakan paket fairing baru Ducati.
Sayangnya, ia tetap kesulitan memaksimalkan satu lap cepat untuk menembus 10 besar.
Marc Marquez Akui Masih Kesulitan Time Attack
Marquez mengaku performanya sebenarnya terus membaik pada setiap sesi. Namun, ia merasa masih belum nyaman saat harus memacu motor secara maksimal dalam time attack.
Menurut pembalap Spanyol tersebut, dirinya belum mampu menekan ban depan seagresif biasanya. Hal itu membuatnya kesulitan mengeluarkan seluruh potensi Ducati GP26 dalam satu lap cepat.
Meski kecewa gagal lolos otomatis ke Q2, Marquez tetap melihat sisi positif dari perkembangan motor dan performa tim Ducati sejauh ini.
BACA JUGA: Hasil Latihan MotoGP Prancis 2026: Johann Zarco Tercepat, Marc Marquez Masuk Q1
Ia juga memuji kerja keras tim yang ia nilai sudah memberikan motor kompetitif, terbukti dari banyaknya Ducati yang tampil di barisan depan Le Mans.
Ducati Tetap Dominan di Le Mans
Walau Marquez gagal masuk Q2 langsung, Ducati tetap menunjukkan kekuatan besar di MotoGP Prancis 2026.
Fabio Di Giannantonio, Alex Marquez, dan Bagnaia berhasil finis di empat besar practice bersama pahlawan tuan rumah Johann Zarco yang tampil tercepat untuk Honda.
Situasi tersebut menunjukkan Ducati masih menjadi motor paling kompetitif di Le Mans, terutama dalam simulasi race pace.
Namun, Marquez mengakui justru lebih nyaman untuk balapan panjang daripada time attack satu lap.
BACA JUGA: Dukungan Ducati Penting Untuk Peluang Juara Dunia Fabio di Giannantonio
Peluang Marc Marquez Masih Terbuka
Meski harus melewati Q1, Marquez menegaskan bahwa ia belum menyerah. Ia percaya masih bisa meningkatkan performa baik dalam kondisi kering maupun hujan.
Prakiraan cuaca Le Mans sendiri masih menunjukkan kemungkinan hujan mencapai 75 persen pada hari balapan. Situasi tersebut bisa membuka peluang kejutan dalam sesi kualifikasi maupun race.
Marquez menyebut Q1 sebagai sesi paling sulit dalam akhir pekan MotoGP karena persaingan sangat ketat dan tekanan jauh lebih besar.
Meski demikian, pembalap sembilan kali juara dunia itu tetap optimistis mampu menemukan solusi untuk tampil lebih cepat pada Sabtu.
Hanya dua pembalap terbaik dari Q1 yang akan berhak melaju ke perebutan pole position di Qualifying 2.
BACA JUGA: MotoGP Prancis 2026: Luca Marini Bawa Honda Tercepat di FP1 Le Mans





