Pedro Acosta menikmati duel ketat dengan Marc Marquez dalam sprint race MotoGP di Chang International Circuit, Buriram, Thailand beberapa pekan lalu. Pembalap muda asal Spanyol ini menyebut pertarungan tersebut sebagai salah satu duel terbaik yang pernah ia rasakan sejak naik ke kelas utama MotoGP.
Rider tim Red Bull KTM Factory Racing itu secara mengejutkan mampu menantang juara dunia bertahan Marc Marquez dalam perebutan kemenangan setelah pemimpin balapan awal, Marco Bezzecchi, mengalami kecelakaan.
Duel Sengit Acosta vs Marc Marquez
Sprint race di Buriram berlangsung dramatis ketika Acosta dan Marquez saling menyalip dalam beberapa lap terakhir.
Acosta beberapa kali mencoba menyalip dengan memasukkan motor KTM RC16 miliknya di bawah pengereman menuju tikungan terakhir.
Namun setiap kali itu terjadi, Marquez mampu kembali mengambil posisi saat keluar tikungan.
BACA JUGA: Toprak Razgatlioglu Menuju Jerez untuk Tes Privat MotoGP Bersama Yamaha
Pertarungan sengit ini terus berlangsung hingga tiga lap menjelang finis. Sebuah kesalahan kecil Marquez di sektor tengah lintasan akhirnya memberi kesempatan bagi Acosta untuk mengambil alih posisi terdepan.
Setelah kehilangan posisi, Marquez beralih menjadi pemburu. Ia mencoba merebut kembali posisi dengan melakukan pengereman keras di tikungan terakhir.
Namun manuver tersebut menyebabkan kontak kecil yang membuat Acosta melebar dari jalur balap.
Akibat insiden itu, Marquez kemudian dijatuhi penalti turun satu posisi oleh FIM Stewards.
Acosta Menikmati Duel Ketat dengan Marc Marquez
Bagi Acosta, duel tersebut justru menjadi pengalaman yang sangat menyenangkan. Ia bahkan menyebut pertarungan itu mengingatkannya pada masa balapan di kelas Moto3 yang terkenal dengan aksi saling salip hampir di setiap tikungan.
“Pertarungan yang sangat menyenangkan. Ini mungkin duel terbaik saya sejauh ini di MotoGP,” ujar Acosta.
Ia juga tidak mempermasalahkan manuver agresif yang Marquez lakukan.
Menurutnya, pertarungan seperti itulah yang membuat balapan MotoGP menjadi menarik bagi para penggemar.
“Balapan seperti ini yang membuat MotoGP begitu seru. Momen-momen seperti ini yang akan selalu teringat,” tambah pembalap asal Spanyol tersebut.
Duel Sengit Juga Terjadi di Balapan Utama
Tidak hanya di sprint race, Acosta juga kembali terlibat dalam pertarungan sengit pada balapan utama.
Kali ini ia harus bersaing dengan dua juara dunia MotoGP, yakni Marc Marquez dan Jorge Martin.
Acosta berhasil mengungguli keduanya dalam duel lap-lap awal sebelum akhirnya finis di posisi kedua di belakang Marco Bezzecchi.
Pembalap muda tersebut mengaku sangat menikmati pertarungan seperti ini karena mengingatkannya pada gaya balap agresif yang biasa terjadi di kelas Moto3.
“Saya menikmati balapan seperti saat masih di Moto3, ketika saya sering melakukan banyak overtaking,” katanya.
BACA JUGA: Rekor Podium MotoGP Terhenti, Jorge Martin: Ducati Masih Sangat Kuat di MotoGP 2026
Acosta Ingin Belajar dari Bezzecchi
Meski menikmati duel sengit tersebut, Acosta juga menyadari bahwa gaya balap seperti itu tidak selalu menjadi cara paling efektif untuk memenangkan balapan.
Ia menyoroti performa Bezzecchi yang mampu memimpin balapan dengan dominan tanpa harus terlibat dalam banyak duel.
Menurut Acosta, strategi seperti itu mungkin lebih ideal jika ingin meraih kemenangan dengan lebih aman.
“Mungkin lain kali kami harus mencoba seperti Marco, langsung menjauh di depan dan tidak terlibat dalam pertarungan yang rumit,” ujarnya sambil bercanda.
Acosta Pimpin Klasemen MotoGP
Hasil fantastis di Buriram membuat Acosta terus mempertahankan performa impresifnya pada musim ini.
Ia bahkan menjadi pembalap pertama dari KTM yang mampu memimpin klasemen sementara MotoGP.
Saat ini Acosta unggul tujuh poin dari Bezzecchi menjelang seri berikutnya yang akan berlangsung di Negara Samba, Brazil.
BACA JUGA: Rahasia Balap MotoGP Ala Marc Marquez: Kunci Sukses Bukan Hanya Soal Kecepatan
Balapan berikutnya akan berlangsung di Goiania, yang akan menandai kembalinya MotoGP ke Brazil setelah sekian lama.
Dengan performa yang terus meningkat dan kepercayaan diri tinggi, Acosta diprediksi akan kembali menjadi salah satu penantang kuat dalam perebutan gelar musim ini.





