MotoGP  

Beda Sikap dari Marquez dan Acosta, Alex Rins Justru Puji Format Balap Anyar MotoGP 2027 Mirip F1

Beda Sikap dari Marquez dan Acosta, Alex Rins Justru Puji Format Balap Anyar MotoGP 2027 Mirip F1
Alex Rins saat balapan di MotoGP Indonesia 2026 - Dokumentasi : (c)Michelin

Perombakan radikal jadwal akhir pekan balap MotoGP yang diumumkan jelang putaran Mandalika memicu berbagai reaksi dari para pembalap. Berbeda dengan nada kritik yang datang dari sejumlah koleganya, pembalap Monster Energy Yamaha Alex Rins justru menyambut positif regulasi format baru MotoGP 2027. Walaupun ia menyimpan sebuah penyesalan unik menyusul keputusannya gantung helm di pengujung musim 2026.

Mulai musim 2027, struktur pekan balap kelas premier resmi meniadakan sesi pemanasan (warm-up) 10 menit di hari Ahad pagi. Sebagai gantinya, format anyar akan menerapkan dua sesi latihan bebas berdurasi total 75 menit pada hari Jumat, kemudian kualifikasi kilat 15 menit penentu posisi start Sprint Race.

BACA JUGA: Selamat Dari Neraka Mandalika, Alex Marquez Sebut Peluang Juara Dunia Marc Marquez di MotoGP 2026 Butuh Tim Khusus

Pada hari Sabtu, seluruh pembalap wajib melewati babak Q1, di mana 12 pembalap tercepat melaju ke babak Q2 untuk menentukan starting grid balapan utama hari Ahad.

“Saat Saya Pergi, Mereka Baru Mengubahnya!”

Bagi Rins, penghapusan sesi warm-up merupakan hal yang sudah ia perjuangkan sejak awal kariernya di ajang Grand Prix. Namun ironisnya, perubahan tersebut baru terwujud persis ketika ia resmi pensiun dari kejuaraan dunia pada akhir musim ini.

“Formatnya terlihat cukup bagus,” kata Rins saat berbicara di Sirkuit Mandalika. “Satu-satunya penyesalan unik yang saya miliki adalah sejak bergabung di Kejuaraan Dunia MotoGP pada 2012, tepatnya sejak 2013 saya selalu mengeluh kepada tim, ‘Ah, sesi warm-up ini tidak ada gunanya’.”

“Setiap tahun sesi itu terasa semakin menuntut fisik, baik di Moto3, Moto2, hingga kelas premier MotoGP. Di MotoGP, saya ingat pernah sekali hampir menolak turun di sesi pemanasan karena sesi itu benar-benar tidak berguna. Anda hanya membebani tubuh dengan stres ekstra selama 10 hingga 20 menit tanpa hasil yang berarti.”

BACA JUGA: Michele Pirro Ragu Maverick Vinales Mau Jadi Test Rider Ducati: “Peran Penguji Itu Bekerja untuk Orang Lain”

“Dan sialnya, persis ketika saya memutuskan pergi (pensiun), mereka baru mengubah aturannya! Itu satu-satunya penyesalan saya. Tetapi secara keseluruhan, format baru ini terlihat tidak buruk,” ujar pemenang enam kali balapan Grand Prix kelas premier tersebut sambil tersenyum.

Konsep Serupa Formula 1 dan Peluang Lahirnya Q3

Pandangan Rins ini tergolong jauh lebih suportif daripada kekhawatiran Marc Marquez dan Pedro Acosta yang sebelumnya mengkritik intensitas fisik serta komitmen di luar lintasan. Pembalap asal Spanyol itu menilai arah baru kejuaraan di bawah kepemilikan Liberty Media mencerminkan efisiensi yang sudah lama ada di ajang jet darat Formula 1.

“Setiap perubahan regulasi pasti membawa dampak signifikan, ada sisi positif dan sisi negatifnya. Namun sistem ini terlihat sangat mirip dengan Formula 1 yang menerapkan format bertingkat,” urai Rins.

“Bahkan kita lihat saja nanti, apakah dalam beberapa tahun ke depan MotoGP juga akan menerapkan sesi Q3. Bagi saya pribadi, ini langkah yang baik. Total waktu operasional di lintasan sebenarnya sama persis, atau bahkan sedikit berkurang.”

BACA JUGA: Viral di Medsos Bergerak Sebelum Start, Kontroversi Jump Start Jorge Martin di MotoGP Mandalika 2026: Mengapa Tidak Melanggar Regulasi?

Rins menutup komentarnya dengan menyoroti adaptasi psikologis pembalap senior dalam menghadapi akhir pekan balap tanpa sesi lintasan di Ahad pagi.

“Hal paling menarik bagi para pembalap yang sudah lama berkarier di sini seperti Marc atau sebagian besar dari kami adalah cara mereka menyusun pendekatan akhir pekan. Balapan biasanya dimulai pukul 14.00, dan pada hari Minggu praktis tidak ada aksi motor di trek sama sekali hingga jam balapan tiba,” pungkasnya.