Pertarungan memperebutkan mahkota juara dunia MotoGP 2026 memasuki fase paling krusial usai putaran ke-17 di Mandalika. Menilai peta persaingan dan peluang juara dunia Marc Marquez MotoGP 2026, sang adik sekaligus pembalap BK8 Gresini Racing, Alex Marquez, menyebut kakaknya harus mengeluarkan “trik-trik ajaib” andalannya di tiga sirkuit spesifik guna meredam laju kencang pabrikan Aprilia.
Marc Marquez (Ducati Lenovo Team) kini hanya tertinggal dua poin (353 berbanding 355 poin) di belakang pimpinan klasemen Jorge Martin (Aprilia Racing). Margin tersebut persis sama seperti saat keduanya tiba di Indonesia, setelah Marquez memenangi sesi Sprint dan finis keenam di balapan utama, sementara Martin finis keempat di Sprint dan podium ketiga pada balapan Minggu.
Hasil imbang (masing-masing mendulang 22 poin di Lombok) dipandang sebagai kemenangan moral besar bagi kubu Marquez, mengingat Sirkuit Mandalika secara historis merupakan trek terburuk sang juara dunia delapan kali.
“Keluar Hidup-Hidup”: Tiga Trek Rawan Ancaman Aprilia
Alex Marquez menegaskan bahwa keberhasilan sang kakak finis tanpa insiden di Mandalika menjadi fondasi penting untuk menjaga asa juara tetap menyala hingga putaran penutup di Valencia.
“Dia berhasil menyelamatkannya, tanpa keraguan sedikit pun,” ungkap Alex Marquez seusai balapan di Lombok. “Saya tidak akan menyebutnya sebuah kemenangan penuh, tetapi dia berhasil keluar hidup-hidup dari sirkuit yang secara historis sangat sulit baginya; hasilnya imbang, masing-masing membawa pulang 22 poin.”
Namun, Alex mengingatkan bahwa ancaman armada Aprilia RS-GP, yang baru saja menyapu bersih posisi empat besar di GP Indonesia, bakal makin berbahaya di sisa lima putaran kalender balap, khususnya di Phillip Island (Australia), Lusail (Qatar), dan Algarve International Circuit di Portimao (Portugal). Dari kelima trek tersisa, Portimao menjadi satu-satunya sirkuit di mana Marquez belum pernah meraih kemenangan sepanjang kariernya.
“Perebutan gelar juara dunia akan berlangsung sangat terbuka lebar, meskipun kita sekarang akan menuju ke trek-trek seperti Australia, Qatar, dan Portimao, di mana motor Aprilia bisa melaju sangat kencang. Marc harus mengeluarkan trik-trik khusus miliknya untuk mengatasi hal itu,” beber rider bernomor motor #73 tersebut.
“Waktunya Akan Tiba”: Kode Keras Team Order Ducati
Selain faktor teknis di lintasan, intrik politik tim (team order) mulai mencuat ke permukaan jelang lima putaran pamungkas. Di kubu pabrikan Noale, Aprilia memiliki keunggulan jumlah pembalap kompetitif di barisan depan lewat Jorge Martin, pemenang GP Indonesia Marco Bezzecchi (terpaut 46 poin di posisi ketiga), Raul Fernandez, hingga Ai Ogura.
Melihat potensi Aprilia mengerahkan strategi kolektif demi mengunci gelar juara dunia pertama mereka di era modern MotoGP, Alex Marquez meyakini manajemen Borgo Panigale cepat atau lambat harus mengambil langkah serupa demi menyokong Marc Marquez.
“Jelas sekali bahwa Aprilia memiliki target yang sangat gamblang; mereka menginginkan gelar juara dunia musim ini, dan mereka sudah berbicara dengan seluruh pembalapnya,” tutur Alex.
“Jadi, saya pikir waktunya akan tiba bagi Ducati untuk melakukan hal yang sama (team order). Namun saat ini mungkin masih sedikit terlalu dini. Meski seri yang tersisa makin sedikit, begitu kami semua berada di lintasan dan bertarung setiap hari Ahad, situasi di kejuaraan pasti akan dievaluasi secara menyeluruh,” pungkasnya.





