Masa depan Maverick Vinales di panggung kelas premier MotoGP pascamusim 2026 terus menyita perhatian publik. Menyikapi rumor Maverick Vinales test rider Ducati 2027, pembalap penguji veteran Ducati Corse, Michele Pirro, buka suara dan menegaskan bahwa pabrikan Borgo Panigale lebih membutuhkan kesinambungan serta stabilitas tim alih-alih merekrut nama besar yang belum terbiasa dengan kultur pengujian.
Vinales, pemilik 10 kemenangan Grand Prix di kelas premier, dipastikan kehilangan kursi balap regulernya untuk musim 2027 setelah negosiasi perpanjangan kontrak bersama KTM dan Red Bull KTM Tech3 menemui jalan buntu awal tahun ini. Kondisi tersebut memicu spekulasi kencang di paddock bahwa pembalap berjuluk Top Gun itu dibidik Ducati untuk memperkuat departemen pengujian mereka musim depan.
Saat ini struktur test rider Ducati diisi oleh Michele Pirro dan Nicolo Bulega. Namun, Bulega yang baru saja mengunci gelar juara dunia WorldSBK 2026 dipastikan promosi menjadi pembalap reguler MotoGP bersama Pertamina Enduro VR46 Racing Team pada 2027.
“Saya Ragu Kontribusi Nyatanya”: Menjadi Penguji Bukan Soal Nama Besar
Dalam wawancara eksklusif bersama media kenamaan Italia, GPOne, Pirro menegaskan dirinya akan tetap bertahan memimpin divisi riset dan pengembangan Desmosedici. Pria berusia 40 tahun itu secara terbuka meragukan komitmen pembalap aktif kaliber Vinales jika diturunkan ke peran di balik layar.
“Saya jelas akan terus terlibat secara pribadi dalam pengembangan motor,” tegas Pirro. “Saya percaya pendekatan Ducati selalu mengedepankan kontinuitas, mempertahankan titik-titik kunci dalam pengembangan, terutama di tahun transisi regulasi besar seperti musim depan.”
Pirro mengaku menaruh rasa hormat tinggi terhadap kemampuan balap Vinales, namun mempertanyakan kesiapannya mengemban tugas tanpa status pembalap kompetisi.
“Saya sangat menghormati Maverick, meskipun dia sedikit kehilangan arah dalam beberapa tahun terakhir, dan sebagai pembalap Anda tidak bisa meragukan talentanya. Namun, jelas saya tidak tahu kontribusi nyata apa yang bisa dia berikan dalam peran seperti itu, terutama saat Anda tidak lagi memiliki kesempatan untuk ikut balapan setiap pekan.”
Bekerja untuk Orang Lain, Bukan Diri Sendiri
Pirro menggarisbawahi bahwa tuntutan psikologis seorang pembalap penguji sangat kontras dengan pembalap reguler yang haus kemenangan.
“Menjadi seorang test rider adalah hal yang benar-benar berbeda. Jika Anda berbicara dengan Bulega sekalipun, pekerjaannya sangat berbeda,” lanjut Pirro. “Sangat mudah bagi orang luar berkata: ‘Sekarang dia tidak punya kursi, dia bisa jadi pembalap penguji’.”
“Tetapi kenyataannya, Anda berada di sana untuk bekerja demi orang lain, bukan untuk diri Anda sendiri. Dan saya tidak yakin ada banyak pembalap yang rela melakukan hal itu, terutama sosok seperti Maverick yang mungkin masih merasa dirinya sangat kuat dan kencang.”
BACA JUGA: Selamat dari Trek Terburuk, Marc Marquez Puas Batasi Kerusakan Poin di GP Indonesia
Menutup pembicaraannya, Pirro menekankan bahwa menambah pembalap penguji baru bukanlah urgensi Ducati menjelang revolusi regulasi MotoGP 2027.
“Saya rasa yang paling kami butuhkan di atas segalanya adalah stabilitas, bukan membuang-buang energi. Menjadi pembalap penguji membutuhkan dedikasi tingkat tinggi; pekerjaannya tidak seindah kelihatannya dari luar. Saya rasa merekrut pembalap penguji lain bukanlah prioritas maupun fokus utama Ducati saat ini,” pungkas Pirro.





