Pembalap Aprilia Racing, Marco Bezzecchi, berhasil melakukan revans sempurna usai hasil mengecewakan pada sesi Sprint hari Sabtu. Mengamankan posisi ketiga dalam balapan utama 24 putaran, Marco Bezzecchi akhirnya meriah podium MotoGP Jepang 2026 pada Ahad (4/10/2026). Dan ini menjadi bukti ketangguhan mental rider asal Italia tersebut di Mobility Resort Motegi.
Memulai balapan dari posisi keempat (grid baris kedua), Bezzecchi langsung melesat mengambil alih posisi ketiga usai menyalip Pedro Acosta (Red Bull KTM Factory) di awal lomba. Ia sempat menempel ketat Jorge Martin dan Marc Marquez sebelum kedua rival perebutan gelar dunianya tersebut melepaskan diri pada putaran keempat.
BACA JUGA: Genapkan 100 Kemenangan Lewat Marquez, Gigi Dall’Igna Kenang Motor Paling Bersejarah Ducati
Teror Bastianini Jadi Suntikan Motivasi Ekstra
Performa Bezzecchi justru semakin tajam di paruh kedua balapan. Saat ban belakang kompon hard mulai aus, pembalap bernomor motor #72 itu berhasil mencatatkan putaran terbaik pribadinya pada fase-fase akhir lomba.
Namun, di saat yang sama, Enea Bastianini (Red Bull KTM Tech3) melancarkan serangan masif dari belakang dengan ritme lap yang sangat impresif. Bastianini terus memangkas jarak hingga menempel tepat di buritan motor Aprilia RS-GP26 milik Bezzecchi jelang tikungan terakhir putaran pamungkas. Bezzecchi akhirnya finis P3 dengan keunggulan super tipis, hanya 0,078 detik dari Bastianini.
“Balapan yang sangat berat, terutama karena Enea Bastianini melaju kencang sekali. Saya mempertajam catatan lap saya di setiap putaran, tetapi Enea terus mendekat, jadi sama sekali tidak mudah,” ungkap Bezzecchi seusai turun dari podium. “Kami bertarung berdampingan hingga tikungan terakhir. Saya sangat bahagia, ini podium yang amat penting setelah performa saya yang kurang maksimal di Sprint kemarin.”
Realistis Soal Gelar Juara Dunia Jelang Menuju Mandalika
Bezzecchi mengakui bahwa kehadiran Bastianini di belakangnya menjadi bahan bakar tambahan untuk memacu motornya hingga mencapai limit maksimal.
“Melihat Bastia berada di sana memberi saya motivasi ekstra. Selain itu, saya merasa jauh lebih nyaman dengan motor di paruh kedua balapan, sehingga saya bisa menekan lebih keras. Itu adalah kombinasi antara ancaman disalip Bastia dan feeling motor yang membaik,” tambahnya.
Meski sukses menapaki tangga podium ketiga, Bezzecchi tetap harus kehilangan poin krusial dalam klasemen MotoGP 2026. Finis di belakang Martin dan Marquez pada dua sesi balapan akhir pekan ini membuat defisit poinnya kini melebar menjadi 49 poin dari Martin di puncak klasemen.
BACA JUGA: Marquez Sikat Martin di Motegi, Hasil Balapan MotoGP Jepang 2026: Ducati Sapu Bersih Kemenangan
“Di beberapa momen saya sempat melihat Jorge sedikit mendekat, sementara Marc agak terlalu jauh. Namun sejujurnya target utama saya hari ini memang mengamankan podium,” pungkas pembalap yang kini bersiap mengalihkan fokusnya menuju seri Mandalika pekan depan.





