Pemandangan tidak biasa tersaji di barisan depan starting grid sesaat sebelum balapan Tissot Sprint GP Jepang dimulai di Mobility Resort Motegi. Marc Marquez (Ducati Lenovo Team) terlihat melakukan serangkaian push-up di samping motornya. Dan ini merupakan ritual unik Marc Marquez di MotoGP Motegi yang belum pernah ia lakukan sebelumnya sepanjang kariernya di kelas premier.
Aksi pemanasan singkat tersebut terbukti menjadi strategi jitu. Bintang asal Spanyol itu langsung melesat meraih holeshot saat start. Ia menyalip sang peraih pole Jorge Martin di Tikungan 1, memimpin setiap putaran, hingga sukses mengunci kemenangan Sprint Race.
BACA JUGA: Duel Martin vs Marquez di Front Row, Ini Starting Grid MotoGP Jepang 2026: Alex Marquez Kena Dobel Penalti
Memanaskan Otot demi Performa Penuh Sejak Lap Pertama
Marquez menjelaskan bahwa gerakan push-up tersebut dilakukan secara sadar untuk merangsang otot-otot tubuhnya agar siap bekerja maksimal sejak detik pertama lampu start padam. Hal ini sangat krusial mengingat kondisi fisik tubuh bagian kanannya yang menuntut pendekatan khusus pascacedera berkepanjangan.
“Karena saya terus bekerja dan berusaha beradaptasi,” ungkap Marquez kepada MotoGP.com mengenai aksinya di grid. “Saya mencoba memahami apa yang sebenarnya dibutuhkan tubuh saya untuk tampil dalam level terbaik sejak awal balapan. Melihat hasil finisnya, sepertinya semua berjalan baik, namun saya masih terus mencari dan mencoba hal-hal baru.”
Inisiatif Pribadi Memahami Sinyal Tubuh
Menariknya, Marquez mengungkapkan bahwa keputusan melakukan push-up di atas aspal lintasan bukan datang dari rekomendasi dokter atau tim fisioterapis pribadinya. Hal itu terjadi murni dari naluri dan pemahamannya terhadap sinyal fisiknya sendiri.
“Tentu saja saya memiliki tim medis dan fisioterapi yang sangat hebat di sekitar saya, dan mereka memberikan banyak saran bagus. Namun pada akhirnya, setelah bertahun-tahun menderita akibat cedera, orang yang paling paham kondisi tubuh ini adalah saya sendiri. Jadi, saya selalu mencoba merasakan apa yang dibutuhkan tubuh di setiap momen dan langsung melakukannya,” lanjut pembalap berusia 33 tahun tersebut.
Kemenangan di Sprint Race memangkas selisih poin Marquez menjadi hanya terpaut tujuh angka dari Jorge Martin. Marquez kembali membidik hasil maksimal pada balapan utama sepanjang 24 lap hari Minggu, di mana ia mengawali start dari baris depan di posisi kedua demi merebut kemenangan grand prix pertamanya di Motegi sejak musim 2019.





