Kemenangan perdana yang diraih Pedro Acosta (Red Bull KTM Factory Racing) pada ajang GP Austria di Red Bull Ring menempatkannya dalam bursa persaingan gelar juara. Kendati demikian, menjelang bergulirnya seri GP Jepang di Mobility Resort Motegi, pembalap muda Spanyol itu memberikan penilaian jujur mengenai peluang juara dunia Pedro Acosta MotoGP 2026.
Meskipun Marc Marquez menyebut Acosta sebagai salah satu ancaman dalam perebutan gelar, pembalap berusia 22 tahun itu menilai kecepatan motor RC16 milik KTM saat ini masih belum cukup kompetitif untuk bersaing secara konsisten memperebutkan mahkota juara.
BACA JUGA: Laga Pertaruhan Marc Marquez di Motegi, Ini Analisis Peluang Juara Dunia MotoGP 2026
Fokus Peringkat KetigaKlasemen, Abaikan Tekanan Juara Dunia
Saat ini Acosta menempati posisi keempat di klasemen sementara pembalap, tertinggal 72 poin dari sang pemimpin klasemen, Jorge Martin (Aprilia Racing).
“Jujur saja, kami masih jauh dari segi kecepatan, walaupun dari segi poin tidak terlalu jauh,” ujar Acosta tegas saat ditemui di paddock Motegi.
Dibandingkan bermimpi mengejar gelar juara dunia, Acosta memilih menetapkan target yang lebih realistis, yakni mengincar posisi tiga besar klasemen yang saat ini ditempati oleh Marco Bezzecchi.
“Saya harus memiliki target sendiri. Posisi ketiga di klasemen tidaklah terlalu jauh. Aprilia menunjukkan kecepatan luar biasa, Marc sangat cepat, dan Pecco biasanya sangat tangguh di seri-seri Asia. Sekarang saatnya untuk tidak memikirkan hal itu (gelar juara), tidak membuat kesalahan, tampil kompetitif, dan melihat di mana posisi kami saat kembali ke Eropa nanti,” tambahnya.
BACA JUGA: Tensi Tinggi di Puncak Klasemen! Jadwal Lengkap MotoGP Jepang 2026 Motegi: Martin vs Marquez
Misi Putus Tren Buruk di Sirkuit Motegi
Sirkuit Motegi yang berkarakter stop-and-go secara teori sangat cocok dengan gaya balap agresif Acosta, layaknya Red Bull Ring. Pada musim perdananya di MotoGP tahun 2024, Acosta berhasil menyabet pole position di Motegi, meski harus terjatuh di dua sesi balapan saat berada di barisan depan. Sementara pada musim 2025 lalu, ia gagal membawa pulang poin.
Menjelang balapan akhir pekan ini, Acosta enggan terbuai dengan status favorit dan memilih fokus menyelesaikan balapan tanpa insiden.
“Sejak saya datang ke MotoGP di sirkuit ini, saya selalu memiliki potensi, tetapi bisa dibilang saya tidak pernah benar-benar finis di balapan. Mungkin sekarang saatnya untuk tidak terlalu memikirkan kemenangan kedua, melainkan mencoba menjadi sekompetitif mungkin. Mari kita coba untuk tidak membuat banyak kesalahan di rangkaian seri Asia ini,” pungkas Acosta.
BACA JUGA: Tolak Tawaran Uang KTM, Ini Alasan Utama Pedro Acosta Pindah ke Ducati di MotoGP 2027





