MotoGP  

Pecco Bagnaia Sebut Honda RC213V Punya Start Terbaik di MotoGP, Ducati Masih Cari Solusi

Pecco Bagnaia Sebut Honda RC213V Punya Start Terbaik di MotoGP, Ducati Masih Cari Solusi
Honda RC213V - Dokumentasi : (c) Michelin

Francesco Bagnaia mengungkapkan pandangannya mengenai motor dengan kemampuan start terbaik di MotoGP saat ini. Menariknya, pembalap Ducati Lenovo tersebut tidak menyebut Ducati, Aprilia, atau KTM sebagai yang terdepan, melainkan Honda RC213V yang saat ini hanya berada di posisi keempat klasemen konstruktor MotoGP 2026.

Pernyataan tersebut disampaikan Bagnaia saat akhir pekan MotoGP Hungaria 2026 di Balaton Park. Menurut juara dunia MotoGP dua kali itu, performa start Honda menjadi salah satu keunggulan yang sulit ditandingi pabrikan lain di grid.

Pecco Bagnaia Akui Keunggulan Honda RC213V

Dalam penilaiannya, Honda memiliki paket launch control dan akselerasi awal yang sangat efektif ketika lampu start padam.

BACA JUGA: Kemenangan Ke-100 MotoGP Marc Marquez, Bukti Kebangkitan Sang Juara Setelah Masa Sulit

Bagnaia bahkan menegaskan bahwa pembalap yang berada berdekatan dengan motor Honda saat start hampir pasti akan kehilangan posisi.

“Faktanya saat ini Honda adalah motor yang memiliki start terbaik. Ketika Anda berada dekat dengan Honda saat start, Anda benar-benar akan kehilangan posisi,” ujar Bagnaia.

Komentar tersebut memperkuat reputasi Honda RC213V yang selama beberapa musim terakhir dikenal memiliki akselerasi awal yang sangat kompetitif.

Rekor Start Honda Jadi Bukti

Keunggulan Honda dalam fase start sebenarnya sudah terlihat sejak musim lalu. Pembalap Honda HRC Castrol, Luca Marini, pernah mengungkapkan bahwa dirinya mencatatkan rekor akselerasi 0-100 km/jam terbaik Honda saat sesi latihan start di Barcelona.

Catatan tersebut bahkan diyakini mampu menembus waktu di bawah dua detik.

BACA JUGA: Motor MotoGP 850cc Mulai Diuji di Brno, Era Baru MotoGP 2027 Semakin Dekat

Marini mengaku performa start Honda jauh lebih baik dibandingkan yang pernah ia rasakan ketika membela tim VR46 Ducati.

Keunggulan itu menjadi salah satu faktor yang membuat Honda tetap kompetitif dalam beberapa situasi balapan meskipun performa keseluruhan motor belum sepenuhnya mampu menandingi Ducati dan Aprilia.

Ducati Kehilangan Performa Start

Di sisi lain, Bagnaia mengakui Ducati mengalami penurunan performa start dibandingkan musim 2024. Menurutnya, tim pabrikan asal Italia tersebut masih berusaha memahami penyebab utama masalah tersebut.

“Saya pikir kami kehilangan performa start dibandingkan 2024. Tahun lalu kami memang memiliki start yang cukup baik, meskipun motor sering mengalami wheelie. Tahun ini situasinya masih serupa,” jelas Bagnaia.

Ia menambahkan bahwa menemukan akar permasalahan bukanlah hal mudah karena melibatkan banyak faktor teknis, mulai dari elektronik hingga karakter motor saat akselerasi awal.

BACA JUGA: Teknologi Ride Height Device Kembali Jadi Perdebatan, Akankah Perangkat Ini Alami Pelarangan?

Ducati Temukan Arah Pengembangan Baru

Meski masih mengalami kendala, Bagnaia melihat adanya perkembangan positif setelah Ducati mencoba beberapa perubahan pada sektor elektronik saat MotoGP Italia di Mugello.

Menurutnya, modifikasi tersebut memberikan hasil yang lebih baik dibandingkan sebelumnya dan bisa menjadi dasar pengembangan lebih lanjut.

“Apa yang kami coba pada sisi elektronik saat balapan Mugello terasa lebih baik. Mungkin mulai sekarang kami bisa meningkatkan kualitas start kami,” katanya.

Harapan tersebut menjadi penting mengingat start yang baik sering kali menentukan posisi strategis pada lap-lap awal, terutama di lintasan yang sulit digunakan untuk menyalip.

Beruntung Terhindar dari Insiden Hungaria

Meski kembali mengalami wheelspin saat start MotoGP Hungaria 2026, kali ini situasi tersebut justru membawa keberuntungan bagi Bagnaia.

BACA JUGA: Jorge Martin Kena Penalti di MotoGP Hungaria 2026, Bos Aprilia Tak Keberatan Hukuman Lebih Berat

Ketika sejumlah pembalap terlibat kecelakaan besar di Tikungan 1 akibat insiden yang dipicu Jorge Martin, Bagnaia berada sedikit lebih belakang karena kehilangan akselerasi awal. Situasi itu membuatnya berhasil menghindari tabrakan beruntun yang melibatkan beberapa rival utama.

Pada akhirnya, pembalap Ducati Lenovo tersebut mampu mengamankan podium ketiga di Balaton Park, sementara Marc Marquez meraih kemenangan ke-100 dalam karier grand prix-nya.

Dengan Ducati yang terus mencari solusi untuk meningkatkan performa start, komentar Pecco Bagnaia mengenai keunggulan Honda menjadi gambaran menarik tentang area teknis yang kini menjadi perhatian utama para pabrikan MotoGP.