Performa mobil McLaren menjadi perhatian serius Lando Norris setelah tim asal Woking tersebut menunjukkan hasil yang sangat berbeda dari satu balapan ke balapan lainnya sepanjang musim Formula 1 2026. Pembalap asal Inggris itu bahkan menyebut kondisi tersebut sebagai sesuatu yang “gila” dan mendesak McLaren untuk segera mengembangkan mobil yang lebih kompetitif di berbagai karakter sirkuit.
McLaren sempat tampil impresif di Grand Prix Miami dan mampu bersaing ketat dengan Mercedes. Namun, situasi berubah drastis saat memasuki F1 Grand Prix Monako, di mana Norris dan Oscar Piastri kesulitan menembus barisan depan.
Lando Norris Kritik Konsistensi McLaren
Norris mengaku sulit memahami mengapa performa McLaren bisa berubah begitu signifikan hanya dalam hitungan beberapa pekan.
BACA JUGA: Daftar Starting Grid Grand Prix Monako 2026: Antonelli Start dari Pole, Verstappen Mengancam
Di Miami, McLaren hampir meraih kemenangan dan menjadi salah satu penantang utama Mercedes. Namun di Monako, Norris mengungkapkan bahwa tim tertinggal hingga enam persepuluh detik dari posisi pole, sebuah selisih yang sangat besar dalam Formula 1 modern.
Menurut Norris, kondisi tersebut menunjukkan bahwa mobil McLaren hanya bekerja optimal pada kondisi tertentu dan belum memiliki keseimbangan performa seperti yang dimiliki Mercedes.
“Kami harus memahami mengapa mobil ini sangat bagus di beberapa lintasan, tetapi sangat buruk di lintasan lainnya,” ujar Norris.
Masalah Mesin Tambah Penderitaan McLaren
Selain persoalan performa, Norris juga kembali mengalami masalah keandalan mesin yang membuatnya gagal finis di Grand Prix Monako.
Sebelumnya, pembalap berusia 26 tahun itu juga mengalami sejumlah gangguan teknis sepanjang musim, termasuk gagal start di China dan gagal finis di Kanada.
BACA JUGA: Hasil Kualifikasi F1 Grand Prix Monako 2026: Kimi Antonelli Rebut Pole Position Dramatis
Norris menjelaskan bahwa ia mendengar berbagai suara tidak normal dari mesin, turbo, hingga sistem baterai selama balapan berlangsung.
Tim sempat mencoba memperbaiki masalah tersebut, namun justru memperburuk situasi hingga akhirnya mobil harus dihentikan.
Kondisi ini membuat Norris kini sudah menggunakan unit tenaga ketiga musim ini dan berisiko terkena penalti grid jika harus mengganti komponen tambahan pada balapan berikutnya.
Performa Mobil McLaren Berbeda Jauh dari Miami ke Monako
Salah satu hal yang paling membuat Norris frustrasi adalah perubahan performa yang ekstrem antara Grand Prix Kanada dan Monako.
Di Kanada, McLaren tampil cukup kompetitif dan mampu mendekati kecepatan Mercedes. Namun saat berlaga di jalanan sempit Monte Carlo, tim kehilangan daya saing secara signifikan.
BACA JUGA: Hasil FP3 F1 Grand Prix Monako 2026: Kimi Antonelli Hentikan Dominasi Ferrari
Norris menilai fakta bahwa McLaren bisa hampir menang di Miami tetapi tertinggal jauh di Monako menjadi bukti bahwa karakter mobil MCL40 masih terlalu spesifik.
Karena itu, ia meminta tim fokus menciptakan mobil yang lebih serba bisa dan mampu tampil konsisten di berbagai tipe lintasan.
Harapan Baru di Barcelona
Setelah menjalani rangkaian balapan jalan raya dan sirkuit semi permanen, Norris berharap Grand Prix Spanyol di Barcelona dapat memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai kekuatan sebenarnya McLaren.
Barcelona dikenal sebagai sirkuit yang memiliki kombinasi tikungan cepat, sedang, dan lambat sehingga sering menjadi tolok ukur performa mobil Formula 1.
Norris optimistis McLaren masih memiliki potensi besar karena mobil tersebut telah menunjukkan kemampuan bersaing di beberapa seri sebelumnya.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa tim harus segera menemukan jawaban atas masalah konsistensi yang selama ini menghambat performa mereka.
BACA JUGA: Hasil FP2 F1 Grand Prix Monako 2026: Lewis Hamilton Pimpin Ferrari 1-2 di Monte Carlo
McLaren Harus Belajar dari Mercedes
Mercedes saat ini menjadi acuan bagi Norris dalam hal konsistensi performa. Tim pabrikan Jerman tersebut mampu tampil kompetitif hampir di setiap lintasan yang dikunjungi musim ini.
Sebaliknya, McLaren masih mengalami fluktuasi performa yang cukup besar dari satu balapan ke balapan berikutnya.
Jika ingin kembali bersaing memperebutkan kemenangan dan gelar juara dunia, McLaren perlu memahami karakter mobil mereka secara lebih mendalam serta mempercepat pengembangan agar mampu tampil kuat di seluruh jenis sirkuit.
Dengan musim 2026 yang masih panjang, peluang McLaren untuk bangkit masih terbuka. Namun, memperbaiki Performa Mobil McLaren dan meningkatkan konsistensi menjadi pekerjaan rumah terbesar yang harus segera diselesaikan oleh tim dan para insinyurnya.





