F1  

Prediksi F1 GP Monaco 2026: Ferrari Dijagokan Rebut Pole Position, McLaren Akui Keunggulan Rival

Prediksi F1 GP Monaco 2026 Ferrari Dijagokan Rebut Pole Position, McLaren Akui Keunggulan Rival
Mobil Ferrari - Dokumentasi IG: @scuderiaferrari

Prediksi F1 GP Monaco 2026 mulai mengarah kepada Ferrari setelah McLaren secara terbuka menyebut tim asal Maranello tersebut sebagai favorit utama untuk meraih pole position di Sirkuit Monte Carlo. Baik Lando Norris maupun bos McLaren, Andrea Stella, menilai karakteristik mobil Ferrari SF-26 sangat cocok dengan tantangan unik yang ditawarkan lintasan jalan raya paling ikonik di Formula 1 tersebut.

Meski Mercedes mendominasi lima seri pembuka musim 2026 dengan selalu mengonversi pole position menjadi kemenangan, GP Monaco diprediksi menjadi ujian terbesar bagi dominasi Silver Arrows.

Prediksi F1 GP Monaco: Ferrari Jadi Favorit Pole Position

Juara dunia bertahan, Lando Norris, meyakini Ferrari memiliki peluang terbaik untuk mengamankan posisi start terdepan di Monaco. Menurutnya, performa SF-26 di tikungan lambat jauh lebih unggul dari rival-rivalnya.

BACA JUGA: Spekulasi Masa Depan Charles Leclerc Berakhir, Resmi Perpanjang Kontrak Jangka Panjang dengan Ferrari

“Sejujurnya, saya pikir Ferrari akan meraih pole position di Monaco akhir pekan ini. Performa mereka di tikungan lambat jauh lebih baik daripada tim lain,” ujar Norris.

Keunggulan tersebut menjadi faktor penting mengingat Sirkuit Monte Carlo memiliki banyak tikungan sempit dan sektor berkecepatan rendah yang membutuhkan traksi maksimal serta kemampuan menikung yang kuat.

Selain itu, kelemahan Ferrari pada kecepatan puncak sepertinya tidak akan terlalu berpengaruh di Monaco karena karakter lintasan yang minim trek lurus panjang.

McLaren Akui Keunggulan Ferrari di Monte Carlo

Pandangan Norris juga diamini oleh Kepala Tim McLaren, Andrea Stella. Ia menjelaskan bahwa data GPS menunjukkan Ferrari memiliki salah satu sasis terbaik ketika melintasi sektor teknis yang banyak tikungan dan kerb.

Menurut Stella, karakteristik seperti ini biasanya sangat menguntungkan di Monaco.

“Ferrari sangat kompetitif di tikungan. Mereka kehilangan waktu di lintasan lurus seperti di Kanada, tetapi Monaco hampir tidak memiliki karakteristik tersebut,” jelas Stella.

Kondisi itu membuat Ferrari mampu memaksimalkan potensi mobilnya dan mengakhiri dominasi Mercedes yang belum terkalahkan musim ini.

BACA JUGA: Max Verstappen Keluhkan Set-Up Mobil, Tim Red Bull Tetap Ambil Risiko

McLaren Tetap Yakin Bisa Bersaing

Meski mengunggulkan Ferrari, McLaren tidak menyerah begitu saja. Tim asal Woking tersebut optimistis peningkatan performa MCL40 dalam beberapa seri terakhir dapat membuat mereka tetap berada dalam perebutan pole position maupun kemenangan.

Norris memiliki kenangan manis di Monaco setelah tampil kuat musim lalu. Sementara itu, McLaren juga berhasil mengamankan hasil podium ganda yang menunjukkan daya saing mereka di sirkuit jalan raya.

Stella menilai mobil McLaren saat ini cukup kuat di tikungan lambat, meski masih perlu meningkatkan performa pada tikungan menengah dan cepat.

“Kami mungkin lebih cocok untuk tikungan lambat dari tikungan menengah dan cepat. Itu seharusnya menjadi keuntungan di Monaco,” katanya.

Mercedes Tetap Wajib Diwaspadai

Walaupun Ferrari dan McLaren akan menjadi kandidat kuat, Mercedes tetap tidak bisa mereka abaikan. Tim pabrikan Jerman tersebut tampil dominan sepanjang musim 2026 dan selalu menemukan cara untuk tampil kompetitif dalam berbagai kondisi.

BACA JUGA: Seri Balapan di GP Kanada Jadi Mimpi Buruk bagi Charles Leclerc

Dengan Andrea Kimi Antonelli dan George Russell yang terus menunjukkan performa impresif, Mercedes masih berpotensi memberikan kejutan. Terutama dalam perebutan pole position maupun kemenangan balapan.

Namun jika melihat karakteristik sirkuit dan performa mobil saat ini, banyak pihak menilai Monaco bisa menjadi kesempatan terbaik Ferrari. Terkhusus untuk menghentikan rekor kemenangan Mercedes musim ini.

Ferrari Berpeluang Akhiri Dominasi Mercedes

GP Monaco sering kali ditentukan oleh hasil kualifikasi karena sulitnya melakukan manuver menyalip di lintasan sempit Monte Carlo. Oleh sebab itu, peluang Ferrari meraih pole position bisa menjadi faktor krusial dalam perebutan kemenangan.

Dengan keunggulan di tikungan lambat, traksi yang kuat, dan minimnya pengaruh kelemahan mesin di trek lurus, Ferrari memasuki akhir pekan balapan sebagai kandidat utama untuk menjadi yang tercepat.

Kini perhatian tertuju pada apakah Charles Leclerc mampu memanfaatkan keunggulan tersebut di balapan kandangnya. Atau justru McLaren dan Mercedes kembali menggagalkan ambisi Ferrari.