MotoGP  

Toprak Razgatlioglu Akui Kesulitan di MotoGP: “Mungkin Saya Harus Jatuh Lebih Sering”

Toprak Razgatlioglu Akui Kesulitan di MotoGP “Mungkin Saya Harus Jatuh Lebih Sering”
Toprak Razgatlioglu - Dokumentasi IG: @toprakrazgatlioglu7

Toprak Razgatlioglu secara jujur mengungkap tantangan besar yang ia hadapi jelang debut balap MotoGP musim 2026.

Juara dunia WorldSBK tiga kali itu mengakui masih kesulitan beradaptasi dengan motor dan ban MotoGP, terutama dalam membangun kepercayaan terhadap ban depan Michelin.

Rider asal Turki tersebut akan menjalani balapan MotoGP pertamanya akhir pekan ini pada seri pembuka Grand Prix Thailand.

Namun, hasil tes pramusim menunjukkan jalan terjal masih membentang di hadapannya bersama Prima Pramac Yamaha MotoGP.

BACA JUGA: Catatan Dibalik Tes MotoGP Usai: Ducati dan Aprilia Kirim Ancaman Serius Jelang Musim 2026

Toprak Razgatlioglu Masih Berjuang Adaptasi di MotoGP

Selama tes pramusim di Buriram, Toprak Razgatlioglu mengakhiri sesi di posisi nyaris terbawah dan tertinggal lebih dari dua detik dari catatan waktu tercepat.

Hasil tersebut menegaskan bahwa transisi dari World Superbike ke MotoGP bukan perkara mudah, bahkan bagi rider dengan bakat luar biasa.

Toprak mengungkapkan bahwa masalah terbesarnya saat ini adalah kurangnya rasa percaya pada ban depan Michelin.

Ia merasa belum mampu memaksimalkan sudut kemiringan motor seperti para rivalnya di kelas premier.

“Saya tidak benar-benar percaya dengan ban depan. Saat pengereman masih oke, tetapi ketika motor mulai rebah, saya tidak tahu batasnya,” ungkap Toprak.

Belajar dari Jack Miller di Buriram

Dalam upaya memahami kekurangannya, Toprak sengaja mengikuti rekan setimnya, Jack Miller, sepanjang tes Buriram.

Dari sana, ia menyadari betapa besar perbedaan gaya dan keberanian dalam memasuki tikungan pertama.

“Saya kaget karena kehilangan banyak waktu di tikungan pertama dan sektor awal. Jack bisa merebahkan motor sangat dalam, sementara saya masih terlalu hati-hati,” jelasnya.

Menurut Toprak, dirinya sering menunggu kemungkinan terburuk terjadi sebelum berani membuka gas lebih awal.

Hal itu membuatnya kehilangan waktu signifikan dibandingkan rider lain yang sudah terbiasa dengan karakter ban MotoGP.

BACA JUGA: Profil Pedro Acosta: Bocah Ajaib Spanyol yang Siap Mengguncang MotoGP Bersama KTM

Perlu Jatuh untuk Memahami Batas

Menariknya, Toprak justru menilai dirinya mungkin perlu mengalami kecelakaan untuk benar-benar memahami batas kemampuan ban depan.

Hingga saat ini, ia mengaku belum sekalipun terjatuh selama pramusim.

“Belum pernah jatuh, tapi mungkin saya harus jatuh untuk benar-benar mengerti batasnya,” kata Toprak lugas.

Pernyataan tersebut mencerminkan tekanan mental yang ia rasakan. Setiap lap Toprak jalani dengan penuh kehati-hatian, tetapi catatan waktu tak kunjung membaik, membuatnya frustrasi.

Adaptasi yang Tidak Bisa Instan

Toprak menegaskan bahwa sejak awal ia sudah memahami MotoGP akan sangat berbeda dengan WorldSBK, baik dari sisi motor maupun ban.

Namun, proses adaptasi ternyata jauh lebih sulit dari perkiraannya.

“Saya tahu ban dan motor akan sangat berbeda. Sekarang saya hanya mencoba memahami tikungan demi tikungan, tapi waktunya belum datang,” ujarnya.

Kondisi ini membuat debut Toprak Razgatlioglu di MotoGP menjadi salah satu sorotan utama musim 2026.

Publik menanti apakah sang juara WorldSBK mampu mempercepat adaptasi atau justru harus melalui fase sulit lebih lama.

BACA JUGA: Profil Fabio Quartararo: Dari Wonderkid Prancis Hingga Juara Dunia MotoGP

Debut MotoGP Jadi Ujian Mental dan Teknis

Grand Prix Thailand akan menjadi ujian nyata pertama bagi Toprak di level tertinggi balap motor dunia.

Meski hasil tes belum memuaskan, pengalaman balapan sesungguhnya bisa menjadi titik balik penting untuk membangun kepercayaan diri dan pemahaman motor Yamaha MotoGP.

Jika mampu menemukan batas dengan cepat, Toprak berpotensi memperlihatkan progres signifikan seiring berjalannya musim.

Namun untuk saat ini, tantangan terbesarnya adalah menghilangkan rasa ragu pada ban depan dan berani mendorong motor hingga limit sebenarnya.