Fabio Quartararo memberikan pandangan jujur dan cenderung suram terkait proyek Yamaha V4 jelang musim MotoGP 2026.
Pembalap asal Prancis tersebut menilai Yamaha masih membutuhkan waktu cukup lama untuk benar-benar kompetitif dengan motor berkonfigurasi V4 yang baru dikembangkan.
Menurut Quartararo, musim 2026 kemungkinan besar akan menjadi tahun penuh pengembangan bagi Yamaha, dengan hasil balapan yang belum bisa diharapkan secara konsisten.
Ia menyebut tim pabrikan Jepang tersebut masih tertinggal cukup jauh dari para rival utama seperti Ducati dan Aprilia.
Pada tes pramusim MotoGP di Buriram, Yamaha tercatat tertinggal lebih dari satu detik dari catatan waktu tercepat.
BACA JUGA: Desmosedici GP26 Bikin Pecco Percaya Diri, Ducati Siap Bangkit di MotoGP 2026
Tidak hanya itu, simulasi balapan yang dilakukan para pembalap Yamaha juga belum menunjukkan sinyal positif, baik dari sisi kecepatan maupun konsistensi.
Quartararo memperkirakan Yamaha masih kehilangan sekitar 0,7 detik per lap dalam kondisi balapan.
Ia bahkan menyebut motor V4 Yamaha saat ini masih “berjarak beberapa bulan” untuk bisa benar-benar bersaing di papan atas.
“Saya sudah mencoba memberikan kemampuan maksimal,” ujar Quartararo. “Kami bisa melihat bahwa kami tujuh sampai delapan persepuluh detik lebih lambat dari simulasi balapan tahun lalu.”
“Ini adalah proses yang panjang dan kami masih membutuhkan beberapa bulan lagi untuk benar-benar siap,” tambahnya.
Tantangan Besar Proyek Yamaha V4
Meski Yamaha menaruh harapan besar pada proyek Yamaha V4 sebagai langkah revolusioner untuk kembali ke jalur kemenangan, kenyataannya motor tersebut masih menyisakan banyak pekerjaan rumah.
Salah satu kelemahan utama yang tampak oleh Quartararo adalah kecepatan puncak yang masih tertinggal dari para rival.
Yamaha memang berencana menghadirkan versi mesin baru sekitar seri Grand Prix Spanyol, namun Quartararo menegaskan bahwa peningkatan mesin saja tidak akan langsung menyelesaikan semua masalah.
“Mesin adalah langkah besar dalam peningkatan kami, tapi itu bukan segalanya,” jelasnya.
“Masalah terbesar saat ini adalah kemampuan motor saat berbelok dan grip.”
Ia menambahkan bahwa sangat sulit untuk membawa motor masuk tikungan dengan mulus, sehingga berdampak langsung pada konsistensi waktu putaran.
“Saya tidak bisa membelokkan motor dengan baik, dan itu membuat saya sulit mencatatkan lap time yang stabil,” ungkap Quartararo. “Ban juga cepat panas, dan itu sangat mempengaruhi performa saat long run.”
BACA JUGA: Motor KTM 2026 Bikin Percaya Diri, Acosta Sebut RC16 Lebih Jinak, Tapi Rival Makin Ngeri
Dalam simulasi sprint, Quartararo hanya mampu mencatat waktu di kisaran 1 menit 30 hingga 1 menit 31 detik.
Sementara itu, rekan setimnya, Jack Miller, bahkan kesulitan mempertahankan ritme dan berada di kisaran 1 menit 32 detik saat simulasi balapan panjang.
Musim 2026 Bakal Jadi Tahun Pengembangan
Meski sempat meraih beberapa podium dan tampil kuat di sesi kualifikasi pada musim sebelumnya, Quartararo menegaskan bahwa pencapaian tersebut sulit terulang di musim 2026.
Ia yakin Yamaha belum akan mampu bersaing untuk pole position maupun barisan depan dalam waktu dekat.
“Sejujurnya, saya rasa ini akan berlangsung sepanjang musim,” katanya. “Kami tidak bisa menemukan semua solusi dengan cepat.”
“Sebagai pembalap, tentu Anda ingin bertarung untuk kemenangan atau setidaknya memperebutkan pole position. Tapi saat ini kami sangat jauh dari level tersebut,” lanjutnya.
BACA JUGA: Kurang Konsentrasi, Crash Tiga Kali, Marc Marquez Finis Posisi Tiga di Tes MotoGP Buriram
Quartararo juga menegaskan bahwa kelemahan Yamaha tahun ini berbeda dari musim sebelumnya. Dan ia tidak yakin semua masalah tersebut bisa terselesaikan hanya dalam setengah musim.
“Musim ini akan sulit, tapi kita lihat saja apa yang bisa kami capai,” tutupnya.





