MotoGP  

Desmosedici GP26 Bikin Pecco Percaya Diri, Ducati Siap Bangkit di MotoGP 2026

Desmosedici GP26 Bikin Pecco Percaya Diri, Ducati Siap Bangkit di MotoGP 2026
Pecco Francesco Bagnaia - Dokumentasi IG: @pecco63

Motor Desmosedici GP26 menjadi sumber optimisme baru bagi Ducati jelang MotoGP 2026.

Pembalap andalan mereka, Francesco Bagnaia, menilai motor terbaru ini memiliki karakter berbeda dari pendahulunya, namun justru terasa lebih cocok dengan gaya balapnya dan memberi sinyal positif untuk musim baru.

Setelah melalui musim 2025 yang penuh tantangan, Ducati akhirnya menghadirkan perubahan signifikan pada Desmosedici GP26.

Pengembangan motor ini untuk mengembalikan rasa berkendara yang selama ini menjadi kekuatan utama Bagnaia saat meraih dua gelar juara dunia MotoGP.

BACA JUGA: Motor KTM 2026 Bikin Percaya Diri, Acosta Sebut RC16 Lebih Jinak, Tapi Rival Makin Ngeri

Desmosedici GP26 Lebih Natural untuk Bagnaia

Pada musim lalu, Bagnaia kesulitan beradaptasi dengan GP25. Ia merasa motor tersebut terlalu jauh meninggalkan karakter Ducati yang agresif namun stabil, sehingga membuat performanya tidak konsisten sejak awal musim.

Situasi itu kini berubah. Sejak rangkaian tes pramusim MotoGP 2026, Bagnaia tampil lebih kompetitif dan nyaman.

Dalam tes resmi di Chang International Circuit, ia finis di posisi empat besar dan mengakui telah membuat kemajuan dari periode yang sama tahun lalu.

“Motor ini memang berbeda, tetapi bekerja lebih baik untuk gaya balap saya,” ujar Bagnaia.

Menurutnya, perubahan DNA pada Desmosedici GP26 justru membuat motor terasa lebih mudah dikendalikan dan lebih alami saat dipacu.

Fokus Evaluasi Ban dan Pengereman

Selama tes pramusim, Bagnaia bersama tim Ducati fokus melakukan simulasi balapan menggunakan ban bekas.

Langkah ini sebenarnya untuk memahami perilaku Desmosedici GP26 dalam kondisi balapan sesungguhnya.

Hasilnya cukup menjanjikan. Bagnaia merasa Ducati telah melangkah satu tingkat lebih baik dari tahun lalu, meski masih ada detail yang perlu pembenahan.

Salah satu catatan utamanya adalah konsistensi saat pengereman.

“Kadang pengereman saya sangat bagus, tapi di beberapa lap motor masih sedikit bergetar karena kami masuk tikungan dengan kecepatan lebih tinggi,” jelasnya.

Meski begitu, ia menilai hal tersebut wajar dan masih bisa untuk menyempurnakannya sebelum musim berlangsung.

BACA JUGA: Kurang Konsentrasi, Crash Tiga Kali, Marc Marquez Finis Posisi Tiga di Tes MotoGP Buriram

Kendala Teknis Tak Kurangi Optimisme

Bagnaia sempat gagal menyelesaikan simulasi balapan penuh pada hari terakhir tes akibat masalah teknis.

Namun sebelumnya, ia sudah menjalani simulasi sprint tanpa kendala berarti.

“Masalah seperti ini lebih baik terjadi saat tes, bukan di akhir pekan balapan,” katanya. Ia menegaskan bahwa secara keseluruhan, perasaannya terhadap Desmosedici GP26 sangat positif.

Time attack yang ia lakukan juga cukup kompetitif, meski Bagnaia merasa masih memiliki potensi untuk mencatatkan waktu yang lebih cepat jika semua kondisi ideal.

Modal Penting Ducati Sambut MotoGP 2026

Jika dibandingkan dengan pramusim sebelumnya, persiapan Ducati kali ini sepertinya jauh lebih matang.

Desmosedici GP26 tidak hanya menawarkan peningkatan performa, tetapi juga memberikan kepercayaan diri lebih besar kepada pembalapnya.

BACA JUGA: Marco Bezzecchi Torehkan Lap Record di Tes MotoGP Buriram, Aprilia Kirim Ancaman Serius

Dengan motor yang terasa lebih stabil, mudah dikendalikan, dan minim “kejutan”, Bagnaia kini siap kembali bersaing di papan atas.

Desmosedici GP26 pun digadang-gadang menjadi senjata utama Ducati untuk kembali konsisten dan menantang gelar juara dunia MotoGP 2026.