Rivalitas internal di Ferrari menjadi salah satu cerita paling menarik dalam musim Formula One 2026. Di tengah dominasi awal musim dari Mercedes AMG Petronas F1 Team, duel sengit antara dua pembalap Ferrari berhasil menghadirkan hiburan besar bagi para penggemar balap.
Dua bintang tim Scuderia Ferrari, yaitu Lewis Hamilton dan Charles Leclerc, menjadi pusat perhatian setelah mempertontonkan duel wheel-to-wheel yang dramatis pada balapan Chinese Grand Prix 2026 di Shanghai.
Pertarungan internal tersebut bahkan disebut sebagai salah satu alur cerita terbaik pada awal musim F1 2026.
Rivalitas Internal Ferrari Warnai Drama GP China 2026
Balapan di Shanghai sebenarnya kembali menunjukkan dominasi Mercedes setelah dua pembalap mereka, Andrea Kimi Antonelli dan George Russell, mengamankan posisi terdepan.
Namun perhatian publik justru tertuju pada pertarungan sengit antara Hamilton dan Leclerc.
Duel kedua pembalap Ferrari tersebut dimulai sejak awal balapan ketika Hamilton melakukan start luar biasa dan sempat memimpin lomba.
Meski kemudian mobil Mercedes kembali mengambil alih posisi terdepan, perhatian penonton beralih ke perebutan posisi podium.
Hamilton dan Leclerc terlibat pertarungan intens hampir sepanjang balapan. Mereka beberapa kali saling menyalip dalam aksi wheel-to-wheel yang memacu adrenalin.
Akhirnya Hamilton berhasil memenangkan duel tersebut dengan manuver penting pada lap ke-40. Setelah menyalip Leclerc, juara dunia tujuh kali itu mampu memperlebar jarak hingga lebih dari tiga detik.
Hasil tersebut membuat Hamilton akhirnya meraih podium Grand Prix pertamanya sebagai pembalap Ferrari setelah menunggu selama 26 balapan.
Duel Sengit Hamilton vs Leclerc Jadi Hiburan Utama
Pertarungan Hamilton dan Leclerc berlangsung keras namun tetap bersih dan sportif.
Salah satu momen paling menegangkan terjadi pada lap ke-25 ketika kedua mobil Ferrari berjalan berdampingan di Tikungan 2 dan sempat bersentuhan ringan.
Hamilton kemudian menggambarkan insiden tersebut sebagai kontak kecil yang sangat halus, bahkan ia menyebutnya hanya seperti “sentuhan ringan”.
Duel antara dua pembalap kelas dunia itu menjadi tontonan menarik karena keduanya saling menyerang tanpa melakukan pelanggaran.
Bahkan Leclerc sempat mengungkapkan melalui radio tim bahwa ia menikmati pertarungan tersebut.
Pertarungan itu mengingatkan banyak penggemar pada duel legendaris antara Hamilton dan mantan rekan setimnya di Mercedes, Nico Rosberg, pada awal era regulasi 2014.
BACA JUGA: Lewis Hamilton: “Saya Kembali Ke Performa Terbaik” Usai Raih Podium Perdana Bersama Ferrari
Hamilton Sebut Duel Ferrari Sebagai Balapan Terbaik
Setelah balapan berakhir, Hamilton mengaku sangat menikmati pertarungan sengit tersebut.
Menurutnya, duel melawan Leclerc terasa seperti balapan gokart karena kedua mobil terus saling menyerang dan mempertahankan posisi.
Hamilton juga memuji cara Leclerc bertarung secara adil dan penuh respek di lintasan.
Ia menyebut pengalaman tersebut sebagai salah satu pertarungan balap terbaik yang pernah ia rasakan selama kariernya di Formula 1.
Leclerc pun memiliki pandangan yang sama. Meski hanya finis di posisi keempat, pembalap asal Monako itu mengaku tetap tersenyum setelah balapan karena menikmati duel tersebut.
Ferrari Biarkan Pembalap Bertarung Bebas
Pertarungan sengit dua pembalap Ferrari tentu membuat tim di pit wall deg-degan. Namun kepala tim Ferrari, Frederic Vasseur, menegaskan bahwa ia mempercayai kedua pembalapnya untuk bertarung secara profesional.
Vasseur mengatakan tidak pernah berpikir kedua pembalapnya akan saling bertabrakan meski mereka bertarung sangat agresif.
Menurutnya, meminta pembalap untuk menahan posisi justru tidak adil dalam situasi seperti itu.
Keputusan Ferrari untuk membiarkan kedua pembalap bertarung bebas mendapat banyak pujian karena menghadirkan balapan yang lebih menarik bagi para penggemar.
Rivalitas Ferrari Jaga Persaingan F1 Tetap Menarik
Meski Mercedes terlihat sangat dominan pada awal musim dengan selisih waktu besar di beberapa balapan, pertarungan di dalam tim Ferrari membuat musim 2026 tetap menarik.
Di F1 GP China 2026, Mercedes bahkan finis sekitar 25 detik di depan Hamilton, menunjukkan jarak performa yang cukup besar.
Namun drama rivalitas internal di Ferrari antara Hamilton dan Leclerc mampu menghadirkan aksi balap yang membuat para penggemar tetap terpaku di depan layar.
Bagi banyak pengamat, duel dua pembalap Ferrari tersebut menjadi salah satu hiburan terbaik pada awal musim F1 2026.
Jika persaingan ini terus berlanjut sepanjang musim, bukan tidak mungkin Ferrari akan menghadirkan lebih banyak drama menarik di setiap balapan.
BACA JUGA: Klasemen Pembalap dan Konstruktor Usai F1 Grand Prix China 2026: Russell Pimpin, Mercedes Dominan
Harapan Baru untuk Persaingan Musim 2026
Musim 2026 baru saja dimulai, tetapi rivalitas antara Hamilton dan Leclerc sudah menjadi salah satu cerita paling menarik di paddock.
Para penggemar berharap Ferrari dapat terus memberikan kebebasan kepada kedua pembalapnya untuk bertarung di lintasan.
Jika performa mobil Ferrari juga meningkat, duel tersebut bahkan bisa berkembang menjadi perebutan kemenangan dan bukan sekadar posisi podium.
Dengan kombinasi pembalap kelas dunia dan rivalitas internal yang sehat, Ferrari berpotensi menjadi pusat perhatian sepanjang musim Formula 1 2026.





