Menjelang dimulainya MotoGP 2026, sorotan tertuju pada pernyataan jujur Pedro Acosta yang mengakui bahwa dirinya belum layak disebut Pembalap Tercepat KTM. Meski tampil impresif selama tes pramusim, Acosta justru menempatkan rekan setimnya, Brad Binder, sebagai tolok ukur utama performa KTM saat ini.
Pembalap muda Spanyol itu menutup tes pramusim di Buriram sebagai rider KTM tercepat secara catatan waktu.
Ia melanjutkan konsistensinya sejak akhir musim 2025, di mana Acosta menjadi satu-satunya pembalap KTM yang rutin naik podium. Namun, baginya, kecepatan sejati bukan hanya soal hasil tes.
Pembalap Tercepat KTM Menurut Pedro Acosta
Dalam sesi media jelang Grand Prix Thailand, Acosta menegaskan bahwa ia kini membandingkan performanya langsung dengan Binder.
Menurutnya, kepercayaan diri dan pengalaman Binder menjadikannya referensi utama di garasi KTM.
“Sekarang saya membandingkan diri saya dengan Binder karena dia punya kepercayaan diri,” ujar Acosta.
“Saat ini, dia adalah Pembalap Tercepat KTM, dan penting untuk selalu melihat ke arah pembalap tercepat.”
BACA JUGA: Jorge Martin Akui Kondisi Belum Ideal Jelang MotoGP 2026, Fokus Bangun Performa Bersama Aprilia
Acosta menambahkan bahwa tes pramusim sering kali tidak sepenuhnya mencerminkan kekuatan sesungguhnya.
Setiap pembalap memiliki agenda berbeda, mulai dari simulasi balapan hingga pengujian set-up tertentu, sehingga perbandingan langsung tidak selalu adil.
Kontras Hasil Musim 2025
Secara statistik, musim 2025 jelas berpihak pada Acosta. Ia mengakhiri musim dengan keunggulan 152 poin atas Binder di klasemen dan menjadi andalan utama KTM di barisan depan.
Sementara itu, Binder gagal meraih satu pun podium sepanjang musim lalu.
Namun, angka-angka tersebut tidak menghapus status Binder sebagai pembalap referensi di mata Acosta.
Faktor pengalaman, pemahaman motor, dan kemampuan membaca balapan membuat Binder tetap dianggap sebagai acuan tertinggi di internal tim.
Terobosan Brad Binder di Akhir Tes Pramusim
Binder sendiri menjalani pramusim yang terbilang senyap. Ia kesulitan menemukan ritme terbaiknya hingga memasuki fase akhir tes Buriram.
Titik balik terjadi saat ia menjalani simulasi balapan penuh, yang mengonfirmasi perlunya perubahan besar pada set-up motor RC16.
BACA JUGA: Marc Marquez Akui Tantangan Terbesar di MotoGP: Kini Bukan Soal Usia
“Pagi hari tidak berjalan baik,” kata Binder. “Tapi setelah simulasi balapan di sore hari, perasaan saya terkonfirmasi bahwa kami harus mengubah sesuatu.”
Perubahan signifikan pada keseimbangan motor akhirnya dilakukan. Hasilnya langsung terasa saat Binder menjalani time attack terakhir, di mana performanya meningkat drastis dan rasa percaya diri kembali muncul.
“Kami membuat perubahan besar pada balance motor, dan semuanya mulai bekerja lebih baik,” tambahnya.
KTM Menuju Grand Prix Thailand 2026
Dengan penyesuaian set-up yang dinilai tepat, Binder kini menatap seri pembuka MotoGP 2026 di Thailand dengan optimisme tinggi.
Balapan akhir pekan ini diyakini akan menjadi gambaran awal sejauh mana perubahan tersebut berdampak dalam kondisi balap sesungguhnya.
Bagi Acosta, persaingan internal ini justru menjadi motivasi tambahan.
Ia menyadari bahwa untuk benar-benar menjadi Pembalap Tercepat KTM, ia harus mampu menandingi bahkan melampaui referensi yang ia tetapkan sendiri, yakni Brad Binder.
BACA JUGA: Cedera Bahu Pengaruhi Start Musim, Marc Marquez Pakai Paket Aerodinamika Ducati Spesifikasi 2024
Dengan dua karakter pembalap yang berbeda, Acosta yang agresif dan Binder yang matang, KTM berpotensi memiliki kombinasi kuat untuk bersaing di papan atas MotoGP 2026.
Grand Prix Thailand 2026 akan menjadi panggung pertama untuk membuktikan siapa yang benar-benar tercepat saat lampu start padam.





