Dua kali Red Flags menjadi peristiwa serius dalam balapan MotoGP Catalunya 2026 di Barcelona. Pembalap Red Bull KTM, Pedro Acosta, secara terbuka mengkritik keputusan Race Direction yang tetap melanjutkan balapan setelah dua insiden besar memicu penghentian lomba.
Balapan Catalunya berlangsung dramatis dan penuh kecelakaan serius. Insiden pertama terjadi pada lap ke-12 ketika motor KTM milik Pedro Acosta mengalami masalah kelistrikan di trek lurus belakang usai Tikungan 9.
Akibat kehilangan tenaga secara mendadak, Alex Marquez yang berada tepat di belakang tidak mampu menghindar dan menabrak motor Acosta dengan keras. Rider Gresini Ducati itu langsung terjatuh hebat dan kemudian dilarikan ke rumah sakit setelah mengalami beberapa patah tulang.
Meski insiden tersebut sangat serius, balapan tetap melakukan restart. Namun, situasi kembali memburuk pada restart pertama.
BACA JUGA: Fabio Di Giannantonio Juara MotoGP Catalunya 2026, Menang di Balapan Penuh Drama
Kecelakaan Zarco Picu Red Flag Kedua
Belum lama restart dimulai, kecelakaan besar kembali terjadi di Tikungan 1. Johann Zarco terlibat tabrakan dengan Francesco Bagnaia dan Luca Marini yang membuat balapan kembali berhenti dengan red flag kedua.
Zarco bahkan terlilit motornya sendiri saat terjatuh di gravel trap dan harus mendapat pemeriksaan medis lebih lanjut.
Setelah dua kali penghentian lomba, MotoGP tetap memutuskan menggelar restart ketiga dengan balapan menjadi 12 lap.
Keputusan itulah yang kemudian menjadi pertanyaan Pedro Acosta.
Pedro Acosta: Tidak Perlu Ada Restart Ketiga
Pedro Acosta menilai keputusan melanjutkan balapan setelah dua red flag bukan langkah yang tepat. Menurutnya, keselamatan pembalap seharusnya menjadi prioritas utama daripada mempertahankan jalannya pertunjukan balap.
“Menurut saya tidak perlu ada percobaan ketiga setelah dua red flag,” kata Acosta kepada TNT Sports.
BACA JUGA: Hasil Balapan MotoGP Catalunya 2026: Fabio Di Giannantonio Menang Dramatis di Barcelona
Pembalap muda KTM itu mengaku kondisi mental pembalap tidak mudah setelah melihat kecelakaan besar yang menimpa Alex Marquez.
Acosta juga menegaskan bahwa para rider adalah pihak yang menciptakan hiburan dalam MotoGP, sehingga faktor keselamatan tidak boleh diabaikan.
“Pertunjukan memang penting, tetapi kami para pembalap adalah orang-orang yang membuat pertunjukan itu,” lanjutnya.
Acosta sendiri akhirnya gagal finis setelah mengalami kontak dengan Ai Ogura di tikungan terakhir pada lap pamungkas.
Jorge Martin Sependapat dengan Acosta
Komentar Acosta mendapat dukungan dari rider Aprilia, Jorge Martin. Martin mengaku mempertanyakan keputusan melanjutkan balapan setelah banyak ambulans masuk ke lintasan akibat kecelakaan besar.
BACA JUGA: Sisi Buruk Dari Balapan Warnai Sprint Race MotoGP Catalunya 2026
Menurut Martin, pihak penyelenggara juga harus memikirkan sisi kemanusiaan setelah insiden serius terjadi secara beruntun.
“Saya tidak tahu apakah perlu melanjutkan pertunjukan setelah semua insiden itu,” ujar Martin.
Meski begitu, Martin menegaskan ia tetap siap membalap dan merasa punya peluang untuk meraih kemenangan sebelum akhirnya terjatuh usai bersenggolan dengan Raul Fernandez.
Fabio Di Giannantonio Menang Dramatis
Di tengah kekacauan balapan, Fabio Di Giannantonio sukses keluar sebagai pemenang MotoGP Catalunya 2026. Rider VR46 Ducati itu meraih kemenangan pertamanya sejak MotoGP Qatar 2023.
Di Giannantonio bahkan tetap tampil kuat meski sempat terkena serpihan motor dari insiden Alex Marquez pada balapan pertama.
Hasil MotoGP Catalunya 2026 kini menjadi salah satu balapan paling kontroversial musim ini, terutama karena keputusan melanjutkan lomba usai dua kali red flag yang menuai kritik dari banyak pihak.





