MotoGP Le Mans 2026 nampaknya akan berlangsung penuh kejutan setelah Marc Marquez menyebut akhir pekan balapan di Prancis bakal menghadirkan banyak hal tak terduga, termasuk faktor cuaca yang sulit terprediksi.
Pembalap Ducati Lenovo tersebut datang ke MotoGP Prancis dalam situasi berbeda dari musim lalu. Jika sebelumnya ia tampil dominan dalam perebutan gelar dunia, kini Marquez justru tertahan di posisi kelima klasemen sementara dan tertinggal 44 poin dari pemimpin klasemen, Marco Bezzecchi.
BACA JUGA: Jadwal Lengkap MotoGP Prancis 2026 di Le Mans, Balapan Digelar 8-10 Mei
MotoGP Le Mans 2026 Dipenuhi Ketidakpastian
Marc Marquez mengakui Le Mans merupakan salah satu trek favoritnya. Ia merasa cukup nyaman dengan performa Ducati Desmosedici GP di sirkuit tersebut sejak musim lalu.
Namun, kondisi cuaca menurut perkiraan akan menjadi tantangan terbesar sepanjang akhir pekan. Prediksi terbaru menyebut adanya potensi badai petir pada Sabtu dan hujan ringan saat balapan utama Minggu.
Situasi ini membuat MotoGP Le Mans diprediksi berjalan sulit ditebak, terutama dalam menentukan strategi ban dan setup motor.
Marquez menilai Ducati sebenarnya menunjukkan perkembangan positif setelah tes di Jerez. Meski sempat mengalami crash saat grand prix Spanyol, ia merasa tim berhasil menemukan peningkatan performa penting dalam sesi tes pasca-balapan.
Marc Marquez Cari Kemenangan Pertama di Le Mans Sejak 2019
Musim ini belum berjalan sesuai harapan bagi Marquez. Dari empat seri awal, ia belum sekali pun meraih podium grand prix.
BACA JUGA: Toprak Razgatlioglu Antusias Hadapi Tantangan Baru di MotoGP Prancis 2026
Bahkan, pembalap Spanyol tersebut selalu kehilangan poin dari Bezzecchi di setiap seri. Pada balapan terakhir di Jerez, Marquez memang memenangi Sprint Race yang berlangsung kacau, tetapi gagal finis maksimal usai mengalami kecelakaan pada grand prix utama.
Meski demikian, hasil tes Jerez memberikan sedikit optimisme. Marquez berhasil menutup sesi dengan posisi keempat di belakang tiga pembalap Aprilia.
Kini, fokus utamanya adalah meraih kemenangan pertama di Le Mans sejak musim 2019 sekaligus menghidupkan kembali peluang dalam perebutan gelar dunia MotoGP 2026.
Pecco Bagnaia Optimistis Ducati Semakin Kompetitif
Sementara itu, rekan setim Marquez, Francesco Bagnaia, juga melihat adanya kemajuan signifikan dari Ducati setelah tes Jerez.
Bagnaia mengaku puas dengan pengembangan aerodinamika terbaru yang membantu motor lebih stabil saat melewati tikungan cepat. Menurutnya, aspek tersebut menjadi salah satu kelemahan Ducati dalam beberapa musim terakhir.
BACA JUGA: Proyek V4 Yamaha Hadapi Tantangan Berat di Awal MotoGP 2026
Selain itu, Ducati juga mencoba pengembangan elektronik untuk meningkatkan kemampuan pengereman motor. Walaupun belum menemukan solusi sempurna, Bagnaia merasa arah pengembangan tim sudah cukup positif.
Juara dunia MotoGP dua kali itu percaya karakter Sirkuit Le Mans sangat cocok dengan Desmosedici GP. Karena itu, ia berharap Ducati bisa kembali tampil kompetitif di Prancis.
Ducati Tetap Jadi Ancaman di Le Mans
Dalam lima musim terakhir, Ducati selalu mendominasi MotoGP Le Mans dengan lima pemenang berbeda. Namun, dominasi tersebut terhenti musim lalu setelah Johann Zarco membawa LCR Honda meraih kemenangan dramatis di kandang sendiri dalam balapan yang diganggu hujan.
Kini Ducati bertekad merebut kembali kemenangan di Le Mans. Marquez dan Bagnaia akan menjadi andalan utama pabrikan Italia tersebut untuk menghadapi persaingan ketat dari Aprilia serta cuaca yang berpotensi mengubah jalannya balapan kapan saja.





