Profil Tim Formula 1 Alpine: Sejarah, Performa, dan Ambisi Juara di F1

Profil Tim Formula 1 Alpine Sejarah, Performa, dan Ambisi Juara di F1
Tim Formula 1 Alpine - Dokumentasi IG: @alpinef1team

Profil tim Formula 1 Alpine menjadi salah satu topik menarik di dunia balap modern, terutama setelah transformasi besar yang dilakukan oleh pabrikan asal Prancis tersebut dalam beberapa tahun terakhir.

Tim yang kini dikenal sebagai BWT Alpine Formula One Team membawa warisan panjang dari Renault dan Lotus, menjadikannya salah satu tim dengan sejarah unik di ajang Formula 1.

Sejarah dan Identitas Tim Alpine F1

Tim ini berbasis di Enstone, Inggris, dan pertama kali masuk ke Formula 1 pada tahun 1986. Meski nama Alpine tergolong baru, akar tim ini berasal dari perjalanan panjang Renault di F1, termasuk era Benetton dan Lotus.

Transformasi besar terjadi pada 2021 ketika Renault resmi mengganti nama tim menjadi Alpine. Langkah ini bukan sekadar rebranding, melainkan strategi untuk memperkuat identitas sebagai produsen mobil sport performa tinggi.

Profil Tim Formula 1 Alpine dan Struktur Terbaru

Dalam tim Formula 1 Alpine, struktur organisasi memainkan peran penting dalam menentukan arah tim ke depan. Saat ini, tim dipimpin oleh:

  • Nama Tim Lengkap: BWT Alpine Formula One Team
  • Markas: Enstone, United Kingdom
  • Team Chief: Flavio Briatore
  • Technical Chief: David Sanchez
  • Sasis: A526
  • Power Unit: Mercedes (mulai 2026)
  • Reserve Driver: Jack Doohan, Paul Aron, Kush Maini

Penunjukan Flavio Briatore sebagai Team Chief menjadi langkah signifikan, mengingat pengalaman panjangnya dalam membawa tim menjadi juara dunia di masa lalu.

Pemilik Tim F1 Alpine

Pada Juni 2023, Renault Group melepas 24% saham di Alpine Racing Ltd kepada konsorsium investor yang dipimpin oleh Otro Capital, RedBird Capital Partners, dan Maximum Effort Investments dengan nilai transaksi mencapai €200 juta.

Seiring berjalannya waktu, kelompok investor tersebut semakin berkembang. Pada paruh kedua 2023, sejumlah investor minoritas turut bergabung, termasuk bintang NFL Patrick Mahomes dan Travis Kelce, pegolf Rory McIlroy, pesepak bola Trent Alexander-Arnold dan Juan Mata, serta mantan juara dunia tinju kelas berat Anthony Joshua.

Memasuki tahun 2025, Renault kembali menyesuaikan struktur kepemilikan Alpine Racing Ltd dengan menjual tambahan saham minoritas kepada mitra finansial baru. Langkah ini membuat kepemilikan Renault turun menjadi sekitar 60%.

Ekspansi kelompok investor tersebut merupakan kelanjutan dari kesepakatan tahun 2023 dan bertujuan untuk memperkuat strategi pertumbuhan komersial Alpine. Selain itu, langkah ini juga dirancang untuk meningkatkan kapasitas investasi jangka panjang tim dalam ajang Formula 1.

Perjalanan Performa Alpine dari Tahun ke Tahun

Era Modern (2021-2025)

Pada 2021, Alpine mencetak sejarah dengan kemenangan perdana di GP Hungaria melalui Esteban Ocon. Kemenangan tersebut semakin spesial berkat pertahanan luar biasa dari Fernando Alonso terhadap tekanan Lewis Hamilton.

Musim 2022 menjadi momentum kebangkitan meski tanpa podium. Alpine berhasil finis di posisi keempat klasemen konstruktor, mengungguli rival utama mereka, McLaren.

Namun, pada 2023 dan 2024, performa tim mengalami inkonsistensi. Meski demikian, duet Pierre Gasly dan Esteban Ocon tetap mampu menyumbangkan podium penting, termasuk hasil mengejutkan di Brasil 2024 yang membawa tim ke posisi keenam klasemen akhir.

Musim 2025 menjadi tantangan berat. Meski Pierre Gasly tampil heroik dan menyumbang seluruh 22 poin tim, Alpine harus puas finis di posisi terakhir. Di sisi lain, keputusan besar merka ambil dengan beralih ke mesin Mercedes mulai 2026.

Era Transisi Renault (2016-2020)

Kembalinya Renault sebagai tim pabrikan pada 2016 tidak berjalan mulus. Mobil R.S.16 kurang kompetitif, dan tim hanya mampu finis di posisi kesembilan.

Namun, perkembangan signifikan terjadi pada 2017 dan 2018, dengan peningkatan poin yang drastis serta finis sebagai “best of the rest” di belakang tiga tim besar.

Pada 2020, tiga podium berhasil mereka raih, dan ini menjadi sinyal kuat sebelum perubahan identitas menjadi Alpine.

Era Lotus dan Sebelumnya (2012-2015)

Sebelum era Alpine, tim ini dikenal sebagai Lotus. Pada 2012, Kimi Raikkonen berhasil membawa tim meraih kemenangan di Abu Dhabi.

Musim 2013 menjadi salah satu yang terbaik, dengan kemenangan di Australia serta total 13 podium tambahan, membawa tim finis di posisi keempat klasemen konstruktor.

Namun, performa menurun drastis pada 2014 sebelum akhirnya Renault mengambil alih kembali tim ini pada 2016.

Tantangan dan Target Masa Depan

Dengan keputusan beralih ke power unit Mercedes pada 2026, Alpine menunjukkan ambisi besar untuk kembali bersaing di papan atas. Langkah ini dapat meningkatkan daya saing, terutama dalam hal keandalan dan performa mesin.

Selain itu, kombinasi pengalaman manajemen seperti Flavio Briatore dan pengembangan teknis di bawah David Sanchez menjadi fondasi penting untuk membangun kembali kejayaan tim.

Target jangka pendek Alpine adalah kembali konsisten meraih podium, sementara target jangka panjangnya jelas: bersaing memperebutkan gelar juara dunia Formula 1.

Melalui gambaran singkat dari profil Tim Formula 1 Alpine ini, mencerminkan perjalanan panjang penuh dinamika, dari era Renault, Lotus, hingga menjadi Alpine seperti sekarang. Dengan sejarah kuat, sumber daya besar, dan strategi baru, tim ini memiliki potensi besar untuk kembali ke puncak.

Meski sempat terpuruk, langkah-langkah strategis seperti perubahan kepemimpinan dan penggunaan mesin baru menunjukkan bahwa Alpine belum menyerah dalam perburuan gelar juara dunia.

Tabel Prestasi Alpine F1 Team

KategoriJumlah
Gelar Juara Dunia2
Kemenangan21
Podium60
Pole Position20
Jumlah Balapan395
Total Poin2016
Sumber: formula1.com

Line Up Tim F1 Alpine Musim 2026

Pada musim Formula 1 2026, Alpine F1 Team mengandalkan kombinasi pembalap berpengalaman dan talenta muda dalam susunan line-up mereka, yakni Pierre Gasly dan Franco Colapinto. Duet ini menjadi bagian dari strategi tim untuk tetap kompetitif di tengah persaingan yang semakin ketat di grid.

Pierre Gasly berperan sebagai pemimpin tim dengan pengalaman yang telah teruji di Formula 1. Pembalap asal Prancis tersebut menjadi andalan untuk memberikan konsistensi dalam meraih poin sekaligus membantu pengembangan mobil melalui masukan teknis yang matang. Kehadirannya menjadi fondasi penting bagi stabilitas performa Alpine sepanjang musim.

Di sisi lain, Franco Colapinto hadir sebagai pembalap muda yang membawa potensi besar. Alpine melihatnya sebagai investasi masa depan dengan harapan dapat berkembang menjadi salah satu pembalap papan atas. Perpaduan antara pengalaman Gasly dan semangat muda Colapinto hendaknya mampu membawa Alpine meraih hasil maksimal di musim 2026.