Gasly memasang target tinggi setelah awal musim 2026 yang menjanjikan bersama Alpine F1 Team di ajang Formula 1. Pembalap asal Prancis itu kini optimistis timnya mampu bersaing dengan tim papan atas seperti McLaren dan Ferrari dalam waktu dekat.
Kepercayaan diri Pierre Gasly tidak datang tanpa alasan. Alpine menunjukkan peningkatan performa signifikan setelah musim 2025 yang mengecewakan, di mana tim lebih fokus mempersiapkan regulasi baru untuk 2026.
Kebangkitan Alpine Setelah Musim Sulit
Musim 2025 menjadi periode yang berat bagi Alpine. Tim tersebut bahkan secara terbuka mengorbankan performa jangka pendek demi fokus penuh pada pengembangan mobil sesuai regulasi terbaru.
Strategi itu kini mulai membuahkan hasil. Alpine menjadi salah satu tim yang paling diuntungkan dari peralihan fokus lebih awal. Dalam tiga seri pembuka musim 2026, Gasly selalu berhasil finis di zona poin, termasuk hasil terbaik finis keenam di GP China.
BACA JUGA: Red Bull Ingin Perubahan Besar di F1, Soroti Format Kualifikasi Menuju 2027
Dengan koleksi 15 poin, Gasly kini hanya terpaut tujuh angka dari total poin Alpine sepanjang musim 2025, sebuah peningkatan drastis yang menunjukkan kebangkitan tim asal Prancis tersebut.
Gasly Memasang Target Tinggi untuk Bersaing di Depan
Dalam pernyataannya, Gasly memasang target tinggi untuk bisa ikut bersaing dengan tim-tim terdepan, meskipun ia menyadari hal tersebut tidak bisa dicapai secara instan.
Ia berharap setelah jeda musim panas, Alpine sudah mampu menjadi bagian dari persaingan di barisan depan bersama McLaren dan Ferrari. Meski begitu, Gasly tetap realistis dengan kondisi saat ini.
Menurutnya, selisih performa masih cukup besar, seperti yang terlihat di GP Jepang. Namun, ia menilai gap tersebut masih dalam batas yang bisa dikejar melalui pengembangan mobil.
Gasly mengungkapkan bahwa salah satu kelemahan utama Alpine saat ini terletak pada performa di tikungan cepat. Ia merasa mobil kurang stabil dibanding saat sesi kualifikasi.
Meski demikian, ia melihat sisi positif karena tim sudah memahami area yang perlu mereka tingkatkan. Fokus utama kini adalah pengembangan sasis, sementara unit tenaga mereka nilai sudah kompetitif.
Dengan paket mobil yang sudah cukup baik, Gasly yakin peningkatan performa tinggal menunggu waktu dan kerja keras dari tim di pabrik.
BACA JUGA: Red Bull Siapkan Upgrade Di Miami, Harapan Untuk Verstappen Mulai Muncul
Duel Sengit dan Peningkatan Kepercayaan Diri
Pada GP Jepang, Gasly harus bertahan dari tekanan mantan rekan setimnya di Red Bull Racing, yakni Max Verstappen. Situasi ini menjadi gambaran menarik, mengingat Red Bull justru mengalami penurunan performa musim ini.
Tim tersebut kini berada di posisi enam klasemen konstruktor, bahkan berada di bawah tim seperti Haas F1 Team dan sejajar dengan Alpine.
Bagi Gasly, kemampuan mobil Alpine yang kompetitif di berbagai jenis sirkuit menjadi sumber kepercayaan diri tambahan. Hal ini berbeda jauh dari musim sebelumnya.
Dengan jeda lima minggu sebelum GP Miami, Alpine memiliki waktu penting untuk mengembangkan mobil lebih lanjut. Gasly berharap seluruh tim termotivasi dengan hasil positif yang telah mereka raih sejauh ini.
BACA JUGA: Alpine Tegur Fans Usai Insiden Suzuka, Soroti Komentar Kebencian di Media Sosial
Ia juga menekankan bahwa performa saat ini harus menjadi dorongan untuk bekerja lebih keras demi mencapai target yang lebih tinggi dalam beberapa bulan ke depan.
Jika tren positif ini berlanjut, bukan tidak mungkin Alpine benar-benar menjadi penantang serius di barisan depan Formula 1 musim 2026.





