Cadillac Mulai Menunjukkan Potensi di F1 2026, Tapi Masih Tertinggal dari Rival

Cadillac Mulai Menunjukkan Potensi di F1 2026, Tapi Masih Tertinggal dari Rival
Mobil F1 Cadillac - Dokumentasi IG: @cadillacf1

Cadillac tampil cukup baik di awal musim Formula 1 2026 dengan hasil yang melampaui ekspektasi banyak pihak. Namun, di balik progres tersebut, tim asal Amerika itu masih menghadapi tantangan besar untuk bisa bersaing dengan tim papan tengah dan atas.

Pembalap andalan mereka, Sergio Perez, secara terbuka mengakui bahwa timnya masih kekurangan kecepatan yang signifikan dan membutuhkan peningkatan besar untuk mengejar ketertinggalan.

Cadillac Tampil Cukup Baik di Awal Musim, Tapi Masih Ada Kekurangan

Meski Cadillac tampil cukup baik di awal musim, fakta di lintasan menunjukkan bahwa mereka masih tertinggal cukup jauh dari rival. Perez menyebut timnya membutuhkan peningkatan sekitar satu detik per lap untuk bisa benar-benar bersaing.

Dalam tiga balapan awal Formula 1 musim ini, Cadillac memang menunjukkan perkembangan positif. Bahkan, mereka sempat mengungguli Aston Martin dalam sesi kualifikasi di Suzuka.

BACA JUGA: Masa Depan Verstappen di F1 Mulai Dipertanyakan, Soal Motivasi Jadi Sorotan

Namun, hasil balapan masih belum memuaskan. Perez hanya mampu finis di posisi ke-17 dan tertinggal cukup jauh dari pesaing di depan.

Perbedaan performa Cadillac dengan tim lain terlihat jelas dari selisih waktu. Perez tercatat kehilangan sekitar satu detik per lap dibandingkan mobil seperti Williams dan Alpine.

Ia bahkan finis sekitar 27 detik di belakang Carlos Sainz dan Franco Colapinto, yang berada di kelompok tengah.

Selisih ini menjadi indikator utama bahwa Cadillac masih harus bekerja keras untuk meningkatkan daya saing mobil mereka.

Masalah Utama: Kurangnya Downforce

Menurut Perez, salah satu masalah terbesar Cadillac saat ini adalah kurangnya downforce atau daya tekan aerodinamis. Hal ini membuat mobil kehilangan grip dan performa di berbagai kondisi lintasan.

Meski keseimbangan mobil dinilai cukup baik, kekurangan downforce membuat performa keseluruhan tidak maksimal.

Selain itu, sistem deployment energi juga masih perlu ditingkatkan agar bisa bersaing dengan tim lain yang sudah lebih optimal dalam memanfaatkan teknologi tersebut.

Cadillac kini menaruh harapan besar pada paket upgrade yang akan mereka perkenalkan pada seri Miami. Upgrade ini semestinya bisa menjadi titik balik bagi tim untuk meningkatkan performa secara signifikan.

Perez menyebut bahwa Miami akan menjadi ujian terbesar bagi Cadillac musim ini. Jika upgrade tersebut berhasil, bukan tidak mungkin mereka bisa mulai bersaing di papan tengah.

BACA JUGA: Aston Martin Tegaskan Hubungan dengan Honda Tetap Solid Meski Start Buruk F1 2026

Tanda-Tanda Positif Mulai Terlihat

Meski masih tertinggal, Cadillac menunjukkan perkembangan dari satu balapan ke balapan berikutnya. Perez mengaku melihat banyak tanda positif dalam performa timnya.

Progres ini menjadi modal penting bagi Cadillac untuk terus berkembang, terutama sebagai tim yang masih relatif baru di Formula 1.

Persaingan di papan tengah F1 musim 2026 sangat ketat. Tim seperti Williams dan Alpine mampu menjaga konsistensi performa, sesuatu yang masih menjadi tantangan bagi Cadillac.

Untuk bisa masuk ke kelompok ini, Cadillac harus meningkatkan kecepatan sekaligus menjaga konsistensi di setiap balapan.

Cadillac memang memulai musim 2026 dengan cukup menjanjikan, tetapi perjalanan mereka masih panjang. Kekurangan performa, terutama dalam hal kecepatan dan downforce, menjadi pekerjaan rumah utama.

BACA JUGA: Ferrari Kembali ke Trek di Tengah Jeda F1, Siapkan Tes Penting untuk Kejar Mercedes

Dengan upgrade besar yang akan datang, Cadillac memiliki peluang untuk memperbaiki posisi dan mulai bersaing lebih kompetitif.

Namun, seperti yang Sergio Perez akui, tantangan ke depan masih sangat besar dan membutuhkan kerja keras dari seluruh tim.