Ferrari memanfaatkan jeda balapan di Formula 1 2026 untuk kembali ke lintasan dan melakukan serangkaian tes krusial. Tanpa adanya balapan selama lebih dari satu bulan, tim asal Italia itu melihat celah emas untuk meningkatkan performa mobil dan mengejar dominasi rival utama mereka.
Keputusan ini muncul setelah kalender Formula 1 mengalami perubahan mendadak akibat pembatalan seri Timur Tengah di Bahrain dan Arab Saudi.
Situasi ini menciptakan jeda lima minggu yang tidak direncanakan, memberi kesempatan bagi tim-tim untuk terus mengembangkan mobil tanpa batasan “shutdown” seperti di musim panas.
Ferrari Memanfaatkan Jeda Balapan untuk Tes Penting
Dalam periode ini, Ferrari memanfaatkan jeda balapan dengan menjadwalkan dua sesi pengujian penting sepanjang April.
BACA JUGA: Klasemen Formula 1 Usai Grand Prix Jepang 2026: Antonelli Pimpin, Ferrari dan McLaren Mengejar
Langkah ini diyakini menjadi kunci dalam upaya mereka mengejar Mercedes yang saat ini menjadi tolok ukur performa di awal musim 2026.
Berbekal data dari tiga seri pembuka, Ferrari memiliki cukup informasi untuk dianalisis dan dikembangkan.
Selain pengujian di lintasan, tim juga fokus pada simulasi, latihan pit stop, serta evaluasi strategi balapan.
Tes Pertama di Mugello Tanpa Pembalap Utama
Ferrari akan memulai program pengujiannya di sirkuit Mugello, Italia, dengan dua hari sesi TPC (Testing of Previous Cars).
Dalam tes ini, pembalap utama seperti Charles Leclerc dan Lewis Hamilton tidak akan turun langsung.
Sebagai gantinya, Ferrari menugaskan pembalap penguji seperti Antonio Giovinazzi, Arthur Leclerc, dan Antonio Fuoco untuk mengumpulkan data penting di lintasan.
Menariknya, regulasi terbaru memungkinkan Ferrari menggunakan mobil SF-25 dalam tes ini, meskipun biasanya TPC hanya menggunakan mobil yang berusia dua tahun atau lebih. Hal ini karena perbedaan signifikan antara mobil generasi lama dan regulasi baru 2026.
Lanjut ke Monza: Leclerc dan Hamilton Turun Tangan
Setelah Mugello, Ferrari akan melanjutkan program tes ke Monza, yang dikenal sebagai “Temple of Speed”.
Di sini, Leclerc dan Hamilton akan kembali ke balik kemudi mobil SF-26 dalam sesi filming day yang memungkinkan penggunaan mobil hingga 200 km.
Tes ini bukan hanya untuk keperluan komersial, tetapi juga menjadi kesempatan penting untuk mengevaluasi sistem energy recovery.
Monza adalah salah satu sirkuit paling menantang dalam hal manajemen energi. Terutama karena karakteristik lintasan yang banyak trek lurus panjangnya dan minim zona pengereman.
BACA JUGA: Hasil Lengkap F1 Grand Prix Jepang 2026: Antonelli Juara di Suzuka, McLaren dan Ferrari Menyusul
Fokus pada Aerodinamika dan Upgrade Baru
Selain pengujian performa dasar, Ferrari juga akan mengevaluasi sejumlah pembaruan aerodinamika. Salah satu yang paling menjadi perhatian adalah sayap belakang unik yang mereka beri nama “Macarena”.
Komponen ini sebelumnya sempat mereka uji di GP China, namun kemudian tak sempat mobil mereka gunakan untuk penyempurnaan lebih lanjut.
Jika hasil tes memuaskan, versi terbaru dari sayap ini rencananya akan debut pada balapan berikutnya di Miami pada awal Mei.
Langkah ini menunjukkan keseriusan Ferrari dalam mengejar ketertinggalan dari Mercedes, sekaligus mempertahankan posisinya sebagai tim kedua terbaik di grid saat ini.
Persaingan Semakin Ketat di F1 2026
Ferrari bukan satu-satunya tim yang aktif selama jeda ini. Red Bull Racing juga tetap bekerja dengan melakukan tes ban bersama Pirelli di Suzuka, menggunakan pembalap Yuki Tsunoda.
Dengan tidak adanya larangan aktivitas pabrik seperti di jeda musim panas, tim-tim F1 memiliki kebebasan penuh untuk mengembangkan mobil mereka. Hal ini membuat periode jeda ini menjadi salah satu fase paling krusial dalam musim 2026.
Jeda panjang tanpa balapan justru menjadi peluang emas bagi Ferrari untuk memperbaiki performa dan strategi mereka.
BACA JUGA: Kimi Antonelli Cetak Sejarah di F1 Grand Prix Jepang 2026 Usai Manfaatkan Safety Car
Dengan dua sesi tes yang sudah mereka jadwalkan, tim ini berharap bisa menemukan solusi atas kekurangan yang ada dan tampil lebih kompetitif di seri berikutnya.
Jika semua berjalan sesuai rencana, bukan tidak mungkin Ferrari akan kembali menjadi penantang serius dalam perebutan gelar juara dunia musim ini.





