Profil George Russell menjadi salah satu topik menarik dalam dunia Formula One, terutama setelah pembalap Inggris ini berkembang menjadi salah satu andalan tim Mercedes-AMG Petronas Formula One Team. Lahir di King’s Lynn, Inggris, Russell dikenal sebagai pembalap dengan motto agresif: “If in doubt, go flat out” atau “Jika ragu, gas penuh”.
Sepanjang kariernya di F1, Russell dikenal memiliki kecepatan dasar yang sangat kuat.
Ia pernah mengalahkan rekan setimnya, Robert Kubica, dalam sesi kualifikasi di semua balapan musim debutnya bersama tim Williams Racing pada 2019.
Perjalanan Russell menuju puncak motorsport dunia tidak terjadi secara instan. Ia meniti karier dari balap karting hingga berbagai kejuaraan junior sebelum akhirnya mendapatkan kursi balap di Formula 1.
BACA JUGA: Mercedes Kembali Dominan di Fomula 1 2026, Toto Wolff Puas Raih 1-2 di GP Australia
Awal Kehidupan dan Karier Balap
Pembalap bernama lengkap George Russell lahir pada 15 Februari 1998 di King’s Lynn, England. Ia mulai mengenal dunia balap sejak usia tujuh tahun melalui kompetisi karting.
Karier kartingnya terbilang sukses. Russell memenangkan Kejuaraan Eropa Junior secara beruntun pada 2011 dan 2012. Prestasi tersebut membuka jalannya menuju ajang balap formula junior.
Langkah besar pertamanya datang pada 2014 ketika ia memenangkan kejuaraan BRDC Formula 4 Championship. Keberhasilan ini menjadi batu loncatan menuju kompetisi yang lebih tinggi di dunia balap.
Dominasi di Formula Junior
Bakat Russell semakin terlihat ketika ia berkompetisi di berbagai kejuaraan junior Eropa.
Ia kemudian tampil di FIA Formula 3 European Championship sebelum naik ke jenjang yang lebih tinggi.
Pada 2017, Russell tampil luar biasa dengan menjuarai GP3 Series bersama tim ART. Setahun kemudian, ia kembali mencetak prestasi besar dengan memenangkan FIA Formula 2 Championship musim 2018.
Keberhasilan tersebut sangat istimewa karena Russell mampu meraih gelar F2 di musim debutnya.
Ia juga menjadi salah satu pembalap yang mampu menjuarai GP3 dan F2 secara beruntun pada musim rookie masing-masing.
Prestasi ini membuat tim Mercedes semakin yakin dengan potensinya.
Bergabung dengan Program Junior Mercedes
Potensi besar Russell sudah terdeteksi oleh Mercedes-Benz sejak awal. Ia resmi bergabung dengan program pembinaan pembalap muda mereka pada 2017.
Sebelum debut penuh di F1, Russell sempat menjalani sesi latihan bersama tim Force India Formula One Team serta melakukan berbagai tes dengan Mercedes.
Kesempatan besar datang pada 2019 ketika ia mendapatkan kursi balap di Williams, tim yang menggunakan mesin Mercedes.
Debut Formula 1 dan Momen Dramatis di Sakhir
Russell menjalani debut Formula 1 pada balapan Australian Grand Prix 2019. Meski Williams saat itu berada di papan bawah, Russell tetap menunjukkan performa konsisten.
Salah satu momen paling berkesan dalam kariernya terjadi pada Sakhir Grand Prix 2020. Saat itu Russell dipanggil Mercedes untuk menggantikan Lewis Hamilton yang terinfeksi COVID-19.
Dalam balapan tersebut, Russell tampil luar biasa. Ia hampir meraih kemenangan pertamanya setelah memimpin sebagian besar lomba dan bahkan mengungguli rekan setimnya, Valtteri Bottas.
Sayangnya, kesalahan strategi pit stop dari tim dan ban bocor di akhir balapan membuat kemenangan yang sudah di depan mata harus sirna.
BACA JUGA: Hasil Kualifikasi F1 Grand Prix Australia 2026: Russell Pole Position, Mercedes Dominan 1-2
Profil George Russell: Era Baru Bersama Mercedes
Profil George Russell di Mercedes
Pada 2022, Russell akhirnya bergabung secara permanen dengan Mercedes untuk menggantikan Bottas dan menjadi rekan setim Hamilton.
Di musim debutnya bersama Silver Arrows, Russell langsung mencetak kemenangan perdananya di Sao Paulo Grand Prix.
Ia juga berhasil meraih pole position pertamanya di Hungarian Grand Prix. Musim tersebut ditutup dengan posisi keempat di klasemen pembalap.
Perjalanan Russell bersama Mercedes terus berkembang. Ia meraih kemenangan di Austrian Grand Prix dan Las Vegas Grand Prix pada 2024.
Pada musim 2025, Russell kembali mencatatkan kemenangan di Canadian Grand Prix dan Singapore Grand Prix.
Setelah Hamilton pindah ke Scuderia Ferrari, Russell mengambil peran sebagai pemimpin tim Mercedes.
Statistik Karier George Russell
Hingga awal musim 2026, Russell telah mencatatkan statistik impresif di Formula 1.
| Statistik | Catatan |
|---|---|
| Grand Prix | 153 |
| Kemenangan | 6 |
| Podium | 25 |
| Pole Position | 8 |
| Fastest Lap | 11 |
| Poin Karier | 1058 |
| Gelar Dunia | 0 |
Russell juga dikenal sebagai pembalap yang konsisten dan memiliki kemampuan kualifikasi yang sangat kuat.
BACA JUGA: Musim Formula 1 2026, Lewis Hamilton Siap Bangkit Bersama Ferrari
Masa Depan Russell di Formula 1
Russell masih terikat kontrak dengan Mercedes hingga setidaknya akhir musim 2026. Dengan regulasi baru yang akan diterapkan di Formula 1, banyak pihak menilai Russell memiliki peluang besar untuk bersaing memperebutkan gelar juara dunia.
Jika Mercedes mampu menghadirkan mobil yang kompetitif, Russell bisa menjadi kandidat serius dalam perebutan gelar di masa depan.
Dengan kecepatan, mentalitas balap, dan pengalaman yang terus berkembang, Russell kini menjadi salah satu pembalap paling menarik untuk disaksikan di Formula 1.





