Iker Lecuona Akui Performa Terburuk di Race 2 Australia, Panigale V4 R Jadi Sorotan

Iker Lecuona Akui Performa Terburuk di Race 2 Australia, Panigale V4 R Jadi Sorotan
Iker Lecuona - Dokumentasi IG: @ikerlecuona_27

Perasaan frustrasi tak bisa disembunyikan Iker Lecuona usai Race 2 WorldSBK Australia 2026. Meski berhasil finis delapan besar, pembalap Ducati itu mengaku mengalami feeling terburuk sejak pertama kali menunggangi Panigale V4 R di Phillip Island, terutama akibat hilangnya kepercayaan pada ban belakang di sirkuit berkecepatan tinggi tersebut.

Balapan Race 2 WorldSBK Australia sejatinya berjalan cukup kompetitif bagi Iker Lecuona.

Ia sempat bertahan di posisi enam dalam sebagian besar lomba sebelum akhirnya disalip Danilo Petrucci dan Miguel Oliveira di fase akhir balapan.

Namun, selisih waktu yang mencapai 30 detik dari rekan setimnya, Nicolo Bulega, menjadi alarm tersendiri bagi pembalap asal Spanyol tersebut.

BACA JUGA: Nicolo Bulega Juara di Australian WorldSBK: Hat-trick Gila di Phillip Island, Ducati Tak Terbendung!

Bulega sendiri tampil dominan dengan menyapu bersih kemenangan akhir pekan di Australia, sementara Lecuona harus bergulat dengan problem besar pada motornya.

Iker Lecuona Ungkap Masalah Besar pada Panigale V4 R

Usai balapan, Lecuona tak menutupi rasa frustrasinya. Ia menegaskan bahwa hasil akhir bukan masalah utama, melainkan hilangnya rasa percaya diri akibat minimnya feeling pada ban belakang.

“Saya tidak bicara soal posisi. Yang membuat frustrasi adalah feeling di motor ini adalah yang terburuk sejak awal,” ujar Lecuona kepada WorldSBK.com.

Menurutnya, kondisi tersebut sangat menyulitkan, terutama di Phillip Island yang dikenal menuntut kepekaan tinggi terhadap ban, baik di kondisi kering maupun basah.

“Hampir tidak ada feeling sama sekali pada ban belakang. Di sirkuit seperti ini, itu sangat berbahaya. Saya hampir ‘terbang’ belasan kali selama balapan,” lanjutnya.

Masalah tersebut membuat Panigale V4 R terasa sulit dikendalikan, bahkan ketika lintasan mulai berubah kondisi.

Lecuona menyebut pengalaman Race 2 ini sebagai salah satu yang paling menegangkan dalam karier WorldSBK-nya.

Tetap Ada Sisi Positif untuk Iker Lecuona

Meski kecewa, Lecuona tetap mencoba melihat sisi positif dari akhir pekan di Australia. Ia merasa progres yang dibuat sejak tes awal hingga hari balapan menunjukkan arah yang benar.

“Secara keseluruhan saya harus tetap senang. Tim juga senang, karena kami membuat progres yang bagus sepanjang minggu,” jelasnya.

BACA JUGA: Sam Lowes Cedera di Australian WorldSBK 2026: Pergelangan Tangan Patah, Terancam Absen Seri Berikutnya

Ia juga menyoroti fakta bahwa ini adalah pertama kalinya dalam empat tahun terakhir dirinya mampu menyelesaikan balapan di Australia tanpa terjatuh.

Hal tersebut dinilai sangat penting untuk membangun kepercayaan diri bersama motor baru Ducati.

“Kami bekerja dengan baik, selangkah demi selangkah. Kecepatan sudah ada, tinggal menyatukan semua bagian kecil agar bisa bersaing di depan,” tambahnya.

Menanti Tes Portimao, Iker Lecuona Justru Harap Hujan

Masalah yang dialami di Race 2 membuat Lecuona justru berharap kondisi basah saat tes WorldSBK di Portimao pada 9-10 Maret mendatang. Ia ingin memahami sepenuhnya apa yang salah dengan setelan motor di Australia.

“Kalau hujan, saya bisa melakukan 50 sampai 100 lap. Saya perlu belajar dan memahami apa yang terjadi hari ini,” ucapnya.

BACA JUGA: Axel Bassani Bangkit di Phillip Island: Podium Ganda Bimota Kirim Sinyal Kuat Perebutan Gelar

Namun jika cuaca tetap cerah, Lecuona menegaskan tim akan fokus menyempurnakan dasar setelan motor sebelum menghadapi seri berikutnya.

Meski Portimao memiliki karakter lintasan yang sangat berbeda dengan Phillip Island, ia optimistis performa Ducati bisa lebih maksimal.

“Kami hanya perlu menjaga performa, terus bekerja, dan datang ke Portimao dengan persiapan yang lebih matang,” pungkasnya.