Ducati Seharusnya Tidak Dihukum, Oliveira Nilai Dominasi di WorldSBK 2026 Wajar

Ducati Seharusnya Tidak Dihukum, Oliveira Nilai Dominasi di WorldSBK 2026 Wajar
Motor Ducati - Dokumentasi IG: @aruba.it_racing

Ducati seharusnya tidak dihukum meskipun tampil dominan di awal musim Superbike World Championship 2026. Pendapat ini disampaikan oleh Miguel Oliveira yang menilai keberhasilan Ducati adalah hasil kerja keras, bukan sesuatu yang perlu dibatasi melalui regulasi.

Pabrikan asal Italia tersebut tampil sempurna dengan memenangkan seluruh enam balapan di dua seri awal musim, menjadikannya sorotan utama dalam perebutan gelar tahun ini.

Dominasi Ducati Bersama Nicolo Bulega

Keperkasaan Ducati tidak lepas dari performa luar biasa Nicolo Bulega. Ia memimpin klasemen pembalap dengan keunggulan 56 poin setelah dua putaran.

Di seri Portugal, Bulega bahkan memimpin setiap lap dan memenangkan semua balapan dengan margin minimal dua detik. Konsistensi ini menunjukkan bahwa Ducati berada satu langkah di depan para pesaingnya.

BACA JUGA: Rea Balapan di WorldSBK Belanda 2026, Siap Tampil Total di Sirkuit Favorit Assen

Selain Bulega, kontribusi dari pembalap lain seperti Iker Lecuona yang finis kedua di semua balapan Portugal semakin memperkuat dominasi tim.

Keunggulan Ducati juga terlihat dari tim-tim satelitnya. Pembalap seperti Yari Montella dan Lorenzo Baldassarri mampu tampil kompetitif, bahkan meraih podium dan hasil kuat di beberapa balapan.

Hal ini menunjukkan bahwa kekuatan Ducati bukan hanya pada satu tim atau satu pembalap, tetapi menyeluruh di grid.

Ducati Seharusnya Tidak Dihukum Menurut Oliveira

Menurut Oliveira, Ducati seharusnya tidak dihukum hanya karena tampil lebih baik dari tim lain. Ia menegaskan bahwa dominasi tersebut merupakan kombinasi dari kerja keras pabrikan, tim, dan pembalap.

Ia juga menolak ide penerapan penalti performa, seperti pembatasan aliran bahan bakar yang sering tim gunakan dalam sistem balancing performance.

Bagi Oliveira, keberhasilan Ducati adalah sesuatu yang layak mendapat apresiasi, bukan regulasi yang membatasinya.

Oliveira menekankan bahwa tim lain seharusnya fokus memperbaiki diri daripada mencari cara untuk memperlambat Ducati. Ia percaya bahwa kompetisi yang sehat adalah ketika semua tim berusaha mengejar, bukan meminta pembatasan untuk yang terdepan.

BACA JUGA: Oliveira Merasa Lebih Bebas di WorldSBK, Setiap Perubahan Langsung Berdampak

Dalam balapan di Portugal, Oliveira yang membela BMW berhasil meraih tiga podium ketiga. Namun, ia tetap tertinggal cukup jauh dari Bulega.

Hal ini menunjukkan bahwa masih ada gap performa yang perlu para rival Ducati kejar.

Oliveira mengidentifikasi bahwa keunggulan Ducati terletak pada kecepatan masuk tikungan dan stabilitas saat keluar tikungan. Sementara itu, timnya masih mengalami keterbatasan di area tersebut.

Ia juga mengakui bahwa meskipun catatan waktunya lebih cepat dari musim sebelumnya, peningkatan tersebut belum cukup untuk menyaingi Ducati yang juga terus berkembang.

Regulasi dan Kontroversi Balancing Performance

Isu penalti performa selalu menjadi topik sensitif dalam WorldSBK. Regulasi seperti pembatasan aliran bahan bakar bertujuan menjaga persaingan tetap ketat.

Namun, penerapan aturan ini sering menuai kontroversi, terutama ketika digunakan untuk membatasi tim yang sedang unggul.

Dalam kasus Ducati, banyak pihak mulai mempertanyakan apakah dominasi mereka perlu mendapat intervensi oleh regulasi atau berjalan begitu saja sebagi hasil kompetisi murni.

Dominasi Ducati di awal musim WorldSBK 2026 memang mencolok, tetapi menurut Miguel Oliveira, hal tersebut adalah hasil kerja keras yang layak mendapat apresiasi.

BACA JUGA: Baldassarri Nyaris Gagal Finis di Portimao Akibat Masalah Fisik, Tetap Tunjukkan Performa Tangguh

Alih-alih menerapkan penalti, ia menilai tim lain harus fokus mengejar ketertinggalan. Pendekatan ini sepertinya lebih adil dan mencerminkan semangat kompetisi sejati.

Dengan musim yang masih panjang, persaingan masih terbuka. Namun satu hal yang jelas, Ducati telah menetapkan standar tinggi yang harus para rival kejar.