Pembalap tim Goeleven, Lorenzo Baldassarri mengalami masalah fisik serius sepanjang akhir pekan balapan World Superbike (WorldSBK) Portugal 2026. Meski sempat meragukan kemampuannya untuk menyelesaikan lomba, rider Ducati tersebut justru mampu bangkit dan mencatat hasil impresif hingga finis di semua balapan.
Balapan yang berlangsung di Autodromo Internacional do Algarve atau yang dikenal sebagai sirkuit “rollercoaster” menghadirkan tantangan berat, terutama bagi kondisi fisik pembalap. Baldassarri bahkan mengaku sudah kehabisan tenaga hanya dalam beberapa lap pertama sesi latihan bebas.
Baldassarri mengalami masalah fisik serius sejak awal sesi latihan
Masalah mulai muncul sejak sesi FP1 pada Jumat pagi. Baldassarri mengungkapkan bahwa ia sudah merasa “habis” hanya setelah empat lap pertama.
Kondisi ini dipicu oleh arm pump, yaitu gangguan pada lengan yang sering dialami pembalap akibat tekanan tinggi saat mengendalikan motor.
BACA JUGA: Komentar Para Pembalap Usai Seri WorldSBK Portugal: Emosional dan Teknis dari Portimao
Menurutnya, karakter sirkuit Portimao yang naik-turun dengan perubahan elevasi ekstrem membuat beban pada lengan semakin besar. Hal ini menyebabkan ia kesulitan mengontrol throttle dan menjaga ritme balapan.
“Saya benar-benar kelelahan setelah empat lap pertama. Itu membuat saya khawatir apakah bisa menyelesaikan balapan,” ungkapnya.
Tetap Bertahan Meski Dalam Kondisi Tidak Ideal
Meskipun mengalami kesulitan fisik, Baldassarri tetap menunjukkan mentalitas kuat. Ia berhasil menyelesaikan Race 1, Superpole Race, hingga Race 2 tanpa harus menyerah di tengah jalan.
Bahkan, hasil terbaiknya datang di Race 2 dengan finis di posisi enam besar. Ini menjadi pencapaian penting mengingat kondisi fisiknya jauh dari kata prima.
Kemampuannya bertahan di lintasan menunjukkan kombinasi antara pengalaman, ketahanan mental, serta kemampuan mengatur ritme balapan agar tidak semakin memperburuk kondisi tubuhnya.
Sirkuit Portimao dikenal sebagai salah satu trek paling menuntut dalam kalender WorldSBK.
Layout yang memiliki banyak tikungan cepat serta perubahan elevasi drastis membuat pembalap harus bekerja ekstra keras, terutama pada bagian lengan dan tubuh bagian atas.
Baldassarri mengakui bahwa bagian lintasan menurun dan menanjak menjadi titik paling sulit baginya.
Di area tersebut, tekanan pada lengan meningkat drastis, terutama saat pengereman dan akselerasi.
Kondisi ini memperparah arm pump yang sudah ia alami sejak awal, sehingga membuatnya kesulitan menjaga konsistensi performa sepanjang balapan.
BACA JUGA: Rekor Penonton, WorldSBK di Portimao Diserbu Lebih dari 82 Ribu Fans
Tidak Perlu Operasi, Fokus Pemulihan
Kabar baiknya, masalah fisik yang dialami Baldassarri tidak memerlukan tindakan operasi.
Ia menyebut bahwa kondisi tersebut hanya membutuhkan waktu pemulihan karena otot lengannya mengalami peradangan.
Hal ini tentu menjadi kabar positif bagi tim, mengingat jadwal balapan yang padat di musim 2026.
Dengan waktu istirahat yang cukup, ia diyakini bisa kembali tampil dalam kondisi terbaiknya pada seri berikutnya.
Performa Tetap Konsisten Meski Sulit
Menariknya, meskipun menghadapi berbagai kendala, Baldassarri tetap mampu menjaga performa kompetitif.
Ia mengaku puas dengan hasil akhir karena berhasil mempertahankan kecepatan dan ritme balapan hingga akhir pekan.
Setelah tampil kuat di Australia sebelumnya, ia memang sudah memperkirakan bahwa seri Eropa akan menjadi lebih sulit. Minimnya waktu pengujian di kondisi kering juga menjadi tantangan tambahan.
Namun, secara keseluruhan, ia merasa berhasil mengatasi tekanan dan menunjukkan peningkatan performa di setiap sesi.
Kisah ini menjadi bukti bahwa Baldassarri mengalami masalah fisik serius bukanlah penghalang untuk tetap tampil kompetitif di level tertinggi. Dengan determinasi tinggi, ia mampu mengubah akhir pekan yang sulit menjadi hasil yang tetap positif.
Perjuangan ini juga menjadi gambaran nyata betapa beratnya tuntutan fisik dalam dunia balap motor profesional, khususnya di ajang WorldSBK.
BACA JUGA: Tampil Sangat Bagus di Portimao: Bulega Bersinar, Montella dan Bautista Masih Punya PR
Akhir pekan di Portimao menjadi ujian berat bagi Lorenzo Baldassarri, baik secara fisik maupun mental. Namun, dengan ketangguhan dan pengalaman, ia mampu melewati masa sulit tersebut dan tetap meraih hasil yang membanggakan.
Jika mampu pulih sepenuhnya, bukan tidak mungkin Baldassarri akan kembali menjadi ancaman serius di seri-seri berikutnya.





